youngster.id - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari menjalin kerja sama strategis dengan Collective Studios melalui lini Historyverse dan perusahaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) asal India, Galleri5. Kolaborasi besar ini diarahkan untuk mendongkrak daya saing konten digital nasional dengan mengangkat kekayaan mitologi, sejarah, serta budaya lokal Indonesia menjadi karya film dan serial berstandar internasional.
Kemitraan lintas negara tersebut diumumkan dalam forum Indonesia–India Creative-Tech Corridor di Jakarta bertepatan dengan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2026. Forum strategis ini diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Kedutaan Besar India di Jakarta, dengan KEK Singhasari bertindak sebagai mitra pelaksana.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi AI dalam industri kreatif harus diposisikan sebagai instrumen pemberdayaan talenta, bukan pengganti peran manusia.
“Kecerdasan artifisial harus memberdayakan kreator, bukan menggantikan mereka,” tegas Menko Airlangga, dikutip Rabu (4/11/2026).
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal serta keharusan melibatkan talenta kreatif Indonesia dalam setiap skema kemitraan global.
Pemanfaatan Teknologi AI dan Proyek Perdana Echoes of Nusantara
Melalui kolaborasi ini, Galleri5 akan mengerahkan platform produksi berbasis AI andalannya, G5 AI Studio—yang mengintegrasikan lebih dari 200 model AI untuk alur kerja storyboarding, desain karakter, efek visual (VFX), hingga produksi sinematik. Teknologi ini sebelumnya telah sukses diterapkan dalam berbagai produksi hiburan besar di India, seperti serial Mahabharat: Ek Dharmayudh serta proyek layar lebar Chiranjeevi Hanuman – The Eternal.
Sementara itu, Collective Studios melalui Historyverse akan memimpin pengembangan kreatif dan penyiapan paket IP. Salah satu proyek perdana yang kini tengah dibahas dalam kerangka kerja sama ini adalah Echoes of Nusantara (judul sementara), sebuah serial bergenre petualangan dan mitologi yang terinspirasi dari narasi besar peradaban Nusantara.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyambut baik sinergi ini sebagai wujud pertemuan kekuatan kreatif kedua negara yang sejalan dengan Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045.
“Melalui berbagai diskusi, kami melihat peluang untuk menghubungkan kekayaan cerita budaya dan talenta kreatif Indonesia dengan kemampuan India yang maju dalam bidang teknologi dan produksi audiovisual. Visi bersama inilah yang melahirkan Indonesia–India Creative-Tech Corridor,” ujar Teuku.
KEK Singhasari Sebagai Pusat Inkubasi Kreatif dan Target WAVES 2027
Direktur Utama KEK Singhasari, David Santoso, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan reinkarnasi sejarah hubungan peradaban masa lampau antara Indonesia dan India yang kini diterjemahkan melalui penguasaan teknologi digital modern.
“Hari ini, bersama mitra-mitra dari India, kita menghidupkan kembali sejarah itu, kali ini dengan menguasai transformasi AI. Tujuan kita adalah membangun daya saing baru Indonesia di subsektor Teknologi Baru dan Konten Digital, dengan talenta dan kekayaan intelektual Indonesia sebagai intinya,” ujar David.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini, Menko Airlangga telah mengarahkan agar seluruh kesepakatan dapat segera diterjemahkan ke dalam proyek nyata. Hasil awal dari kolaborasi strategis pengembangan IP berbasis AI ini ditargetkan untuk dapat ditampilkan pada ajang internasional World Audio Visual & Entertainment Summit (WAVES) 2027 di Mumbai, India.
STEVY WIDIA
