youngster.id - Penyedia layanan AI dan teknologi digital, NTT DATA, secara resmi membuka fasilitas data center terbarunya, Jakarta 2 Annex Data Center (JKT2A). Pengoperasian fasilitas generasi baru yang dirancang khusus (AI-ready) ini memperluas jejak operasional data center perusahaan di kawasan Asia-Pasifik guna mendukung pesatnya kebutuhan transformasi digital, cloud, dan komputasi berbasis AI di Indonesia serta Asia Tenggara.
Fasilitas JKT2A menyediakan kapasitas beban IT sebesar 12 Megawatt (MW) dan dilengkapi teknologi sistem pendingin (cooling system) canggih, infrastruktur kelistrikan terpadu, serta konektivitas carrier-neutral. Berlokasi di dalam kampus NTT Global Data Centers Jakarta, JKT2A terinterkoneksi langsung dengan ekosistem JKT2 yang telah menjadi rumah bagi lebih dari 240 penyedia layanan jaringan, JKT-IX, hyperscaler cloud, hingga jaringan kabel laut internasional.
NTT DATA juga meluncurkan APN Connect, layanan konektivitas berbasis All-Photonics Network (APN) pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi Innovative Optical and Wireless Network (IOWN). Layanan ini menghubungkan JKT2/JKT2A dengan kampus JKT3 yang berjarak sekitar 35 kilometer melalui koneksi Layer 1 berlatensi sangat rendah. Inovasi ini memungkinkan sinkronisasi data real-time antar-lokasi guna menunjang disaster recovery, replikasi data, dan operasional multi-data center yang lebih tangguh.
Managing Director Japan and APAC NTT Global Data Centers, Yasuhiro Kajiki, menyampaikan bahwa pengoperasian JKT2A dan integrasi APN Connect memberikan fleksibilitas tinggi bagi pemenuhan kapasitas infrastruktur para klien di Indonesia.
“Pembukaan JKT2A merupakan tonggak penting bagi bisnis kami di Indonesia dan bagi berbagai klien yang kami layani di sini. Dengan memperluas kapasitas dan menghubungkan fasilitas-fasilitas kami melalui APN Connect, kami membangun platform data center yang lebih terintegrasi dan tangguh, sehingga memberikan fleksibilitas lebih besar bagi klien seiring dengan berkembangnya kebutuhan infrastruktur mereka,” ujar Yasuhiro, dikutip Rabu (4/11/2026).
Arsitektur Standar Industri dan Komitmen Ekspansi
CEO and President NTT Global Data Centers, Doug Adams, menambahkan bahwa langkah investasi ini diambil untuk menjawab tingginya dinamika pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.
“Indonesia merupakan salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia Tenggara dan terdapat permintaan yang signifikan terhadap infrastruktur digital yang mampu memenuhi kebutuhan kapasitas yang terus berkembang serta memiliki konektivitas tinggi. Pembukaan JKT2A mencerminkan komitmen berkelanjutan kami dalam mendukung inisiatif cloud, AI, dan transformasi digital klien melalui infrastruktur yang tangguh dan berperforma tinggi,” kata Doug.
Dari sisi teknis dan keamanan operasional, fasilitas JKT2A dirancang memenuhi standar sertifikasi Tier III yang tangguh. Untuk kapasitas dan pasokan daya, pusat data ini mengusung beban IT sebesar 12MW yang disokong langsung oleh dual power substations, pasokan cadangan UPS 2N, serta N+1 backup generators untuk menjamin keberlanjutan aliran listrik. Manajemen suhu dan efisiensi penanganan beban high-density computing ditopang oleh sistem pendingin canggih melalui penggunaan N+1 air-cooled chiller dan konfigurasi N+2 CRAH.
Selain itu, aspek keamanan dan konektivitas diperkuat oleh sistem pengamanan fisik berlapis dengan operasional pengawasan 24/7, yang dipadukan dengan akses cloud-neutral serta carrier-neutral menuju berbagai penyedia jaringan domestik maupun internasional.
Kehadiran JKT2A semakin memperkuat platform data center global milik NTT DATA dalam menyediakan infrastruktur terintegrasi yang skalabel untuk mendukung pertumbuhan bisnis lokal hingga strategi ekspansi global para pelaku industri. (*AMBS)
