youngster.id - Bank DBS Indonesia memperkuat kesiapan sumber daya manusianya dalam menghadapi transformasi dunia kerja akibat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Melalui adopsi perangkat pengembangan karier berbasis AI seperti iGrow dan iCoach, pembelajaran GenAI praktis, hingga forum diskusi karier, perbankan ini mencatat tingkat partisipasi tinggi di mana hampir 80% karyawan telah bergabung di platform iGrow untuk memetakan jalur karier dan mengidentifikasi kebutuhan kompetensi masa depan.
Inisiatif proaktif ini diperkuat melalui penyelenggaraan Live Fulfilled Festival, yang mengajak karyawan menjajal perangkat AI praktis secara langsung melalui pengalaman interaktif 5E: Excite, Enable, Educate, Empower, dan Embed.
Director of Human Resources PT Bank DBS Indonesia, Aries NP Sunu, menjelaskan bahwa transformasi AI bukan sekadar pergantian perangkat teknologi, melainkan pergeseran pola pikir (mindset) dalam menciptakan nilai tambah di lingkungan kerja.
“Di Indonesia, kami melihat transformasi AI bukan sekadar perubahan teknologi, melainkan perubahan mindset dalam cara kita bekerja dan menciptakan nilai. Karena itu, prioritas kami adalah memastikan karyawan tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan perangkat yang tepat untuk berkembang bersama teknologi,” ujar Aries, dikutip Jum’at (6/11/2026).
Ia menambahkan, pemanfaatan iGrow dan iCoach dirancang untuk memangkas aktivitas repetitif sehingga karyawan memiliki ruang lebih besar untuk fokus pada pekerjaan yang menuntut kreativitas, kolaborasi, dan penilaian manusia (human judgment).
Ekosistem Upskilling Global dan Kerja Sama Strategis dengan IBF
Langkah strategis Bank DBS Indonesia sejalan dengan proyeksi The Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF) yang memperkirakan terciptanya 170 juta pekerjaan baru secara global hingga 2030, diiringi pergeseran sekitar 40% keterampilan kerja yang menuntut akselerasi upskilling dan reskilling secara inklusif.
Sebagai bagian dari inisiatif regional, DBS Group meluncurkan Layanan Penasihat Karier (Career Advisory Service) yang memadukan teknologi iGrow dan iCoach dengan pendampingan personal dari lebih dari 100 Career Advisor internal di enam pasar utama.
Selain itu, DBS baru-baru ini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Institute of Banking and Finance Singapore (IBF) untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja sektor keuangan dalam menghadapi era AI melalui tiga pilar utama. Pilar pertama, Uplift, membekali seluruh karyawan dengan kompetensi dasar AI yang diakui IBF, mencakup tata kelola AI, etika AI yang bertanggung jawab, hingga prompt engineering.
Pilar kedua, Upskill, merancang intervensi tenaga kerja agar karyawan mampu beradaptasi dengan peran yang bertransformasi signifikan akibat otomatisasi teknologi. Sementara pilar ketiga, Upbuild, berfokus memperkuat jalur talenta muda sektor keuangan melalui keterlibatan dalam program perintis Young Talent Programme for AI in Finance.
Head of Group Human Resources DBS, Lee Yan Hong, menegaskan bahwa DBS memosisikan AI sebagai penguat kapabilitas kognitif untuk mengambil alih tugas administratif sekaligus menempatkan manusia sebagai penggerak utama bisnis.
“Kami memandang AI sebagai penguat kemampuan kognitif yang mengotomatisasi tugas-tugas repetitif dan administratif serta merangkum data dalam jumlah besar dengan cepat. Ke depan, kami terus memperkuat komitmen dalam menjadi bank berbasis AI yang berhati, dengan tetap menempatkan manusia di posisi terdepan,” ungkap Lee.
Melalui pendekatan holistik ini, Bank DBS Indonesia berkomitmen membangun tenaga kerja yang future-ready, adaptif, serta berdaya saing tinggi di tengah disrupsi teknologi finansial global.
STEVY WIDIA
