Pangkas Waktu Verifikasi hingga 95%, BINUS dan Microsoft Hadirkan Solusi AI Terintegrasi

teknologi AI BINUS Microsoft

Pangkas Waktu Verifikasi hingga 95%, BINUS dan Microsoft Hadirkan Solusi AI Terintegrasi (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - BINUS University merangkul Microsoft untuk mentransformasi ekosistem pendidikan tinggi melalui peluncuran “Student Journey AI”. Rangkaian solusi kecerdasan buatan (AI) yang dibangun di atas platform Microsoft Azure ini dirancang untuk mendampingi mahasiswa di empat tahap kunci: pendaftaran, proses belajar, akses literasi perpustakaan, hingga persiapan karier.

Inovasi ini menjawab tantangan kompleksitas layanan di jaringan kampus BINUS yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Malang, hingga Medan. Kolaborasi ini menekankan pendekatan human-in-the-loop, di mana AI berperan mempercepat proses operasional, sementara keputusan penting tetap berada di tangan manusia.

“Kami tidak ingin menghadirkan AI sekadar sebagai fitur teknologi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran yang mendampingi mahasiswa. Melalui kolaborasi dengan Microsoft, BINUS menghadirkan pengalaman yang lebih cepat, relevan, dan personal,” ujar President of BINUS Higher Education, Stephen Wahyudi Santoso, Rabu (12/8/2026).

Verifikasi Identitas AI Pangkas Waktu Hingga 95%

Salah satu dampak paling signifikan terlihat pada tahap pendaftaran calon mahasiswa. Menggunakan teknologi AI Face Recognition dengan liveness detection dan face comparison berbasis Azure, BINUS kini mampu memverifikasi identitas peserta Tes Potensi Keberhasilan Studi (TPKS) secara real-time sekaligus mencegah risiko joki ujian.

Sistem ini sanggup menangani hingga 750 transaksi per detik dan telah melayani lebih dari 7.500 calon mahasiswa di seluruh kampus BINUS. Waktu verifikasi identitas yang sebelumnya memakan waktu 8–10 menit secara manual, kini pangkas menjadi kurang dari 3 detik. Otomatisasi ini mencatatkan efisiensi proses hingga 95%, menghemat intervensi manual lebih dari 90%, serta memberikan potensi efisiensi biaya operasional sekitar Rp195 juta per tahun.

Akselerasi Pembelajaran dan Rekomendasi Literasi

Di ruang kelas digital, BINUS memanfaatkan AI Forum Summary yang ditenagai Azure OpenAI. Teknologi ini membantu dosen merangkum diskusi online yang panjang menjadi poin-poin utama hanya dalam waktu sekitar 1 menit, dari yang tadinya memakan waktu 60–120 menit (hemat waktu 95%). Selama masa uji coba (piloting), tingkat penerimaan hasil rangkuman oleh dosen mencapai 94,33%.

“Bagi saya, AI bukan pengganti dosen, melainkan alat yang mengurangi beban pekerjaan rutin sehingga kami dapat lebih fokus mendampingi mahasiswa,” ungkap Pandu Dwi Luhur Pambudi, Faculty Member BINUS University.

Pada layanan Layanan Perpustakaan dan Pengetahuan (LKC), integrasi Azure AI, Azure Machine Learning, dan vector database mampu memberikan rekomendasi referensi akademis secara personal berdasarkan riwayat studi mahasiswa. Sistem ini dirancang untuk melayani lebih dari 2.000 pengguna secara bersamaan, dengan target peningkatan traffic platform sebesar 8–12%.

Persiapan Karier Berbasis Data

Mendekati fase kelulusan, mahasiswa dibantu oleh AI-Driven Career Growth Recommendations menggunakan Azure OpenAI (GPT-4o-mini) di platform BINUSMAYA. Sistem ini memberikan analisis kesenjangan kompetensi (career gap analysis), rekomendasi sertifikasi, dan rencana pengembangan diri secara real-time. Kehadiran AI ini memodernisasi layanan konseling karier manual dan ditargetkan memberikan nilai efisiensi kapasitas kerja hingga Rp144 juta per tahun.

Country General Manager Microsoft Indonesia, Gunawan Susanto, menyambut positif implementasi ini sebagai bentuk pemanfaatan AI yang bertanggung jawab di sektor pendidikan.

“Ketika teknologi dirancang di sekitar kebutuhan manusia, hasilnya adalah pengalaman yang lebih baik bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh komunitas kampus,” tutur Gunawan. (*AMBS)



Exit mobile version