youngster.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH), NVIDIA, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) di Yogyakarta. Pusat teknologi AI berbasis universitas pertama di Indonesia ini didirikan untuk mengakselerasi riset terapan, inovasi, dan pengembangan talenta digital nasional.
Sebagai bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE), NVAITC menyatukan pemerintah, pemimpin teknologi global, industri, dan akademisi guna mempercepat pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) di sektor-sektor prioritas Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menyatakan bahwa pusat inovasi ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan visi jangka panjang Indonesia sebagai bangsa yang tidak hanya mengadopsi, tetapi juga menciptakan inovasi AI dunia.
“Melalui inisiatif seperti ini, kita sedang meletakkan fondasi kedaulatan AI Indonesia dan memastikan AI menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, daya saing nasional, serta solusi atas tantangan-tantangan paling mendasar di Tanah Air,” ujar Meutya, dikutip Jum’at (14/8/2026).
Ditenagai Platform GPU Merdeka dan NVIDIA
UGM Indosat NVAITC ditenagai oleh full-stack AI platform milik NVIDIA serta GPU Merdeka, yakni platform sovereign GPU-as-a-Service milik Indosat. Infrastruktur ini memberikan kapabilitas AI end-to-end bagi para peneliti dan mahasiswa UGM, mulai dari komputasi skala bisnis, software AI, pretrained models, framework pengembangan, hingga pendampingan teknis dan kolaborasi industri global.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan komitmennya agar tidak ada masyarakat Indonesia yang tertinggal di era AI.
“Melalui UGM Indosat NVAITC, kami membawa teknologi dan keahlian AI global terbaik ke Indonesia sekaligus memperluas akses bagi ekosistem peneliti, mahasiswa, startup, dan inovator di seluruh negeri. Kami ingin mendukung visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pencipta dan penyumbang inovasi AI bagi dunia,” tutur Vikram.
Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA, Marc Hamilton, menambahkan bahwa Indonesia memiliki komunitas peneliti dan pengembang yang luar biasa. NVIDIA berkomitmen memperlengkapi talenta lokal dengan open model terkemuka dunia guna mengubah potensi tersebut menjadi solusi berintegrasi lokal maupun global.
Fokus pada Riset Kesehatan, Pertanian, dan Bencana
Memanfaatkan kapabilitas riset multidisiplin dan dataset lokal UGM, NVAITC berfokus pada tiga proyek riset awal berbasis prioritas nasional. Di bidang kesehatan, dikembangkan eNose-TB sebagai teknologi penapisan (screening) berbasis AI untuk mendukung penanganan penyakit tuberkulosis (TB) secara lebih terjangkau.
Sementara di sektor pangan, program SmartAgri memanfaatkan multimodal AI, edge computing, dan teknologi precision farming guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan pertanian tropis. Selain itu, hadir pula Tech4Disaster, sebuah platform AI geospasial yang dirancang untuk memperkuat kemampuan prediksi, kesiapsiagaan, hingga respons penanggulangan bencana alam di Indonesia.
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menekankan bahwa kolaborasi ini memperluas akses infrastruktur canggih bagi sivitas akademika sekaligus mempercepat hilirisasi riset perguruan tinggi. Sementara itu, Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra dari Fakultas Kedokteran UGM selaku ketua tim riset eNose-TB menyebut keberadaan pusat AI ini akan mempercepat hadirnya teknologi kesehatan yang inklusif bagi masyarakat.
Inagurasi UGM Indosat NVAITC ini menjadi puncak dari rangkaian tata kelola yang telah diinisiasi sejak Juli 2025, dilanjutkan dengan penandatanganan Letter of Intent pada awal 2026, hingga peresmian resminya di kampus UGM.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post