youngster.id - Perubahan kondisi bisnis dan pasar membuat strategi investasi ikut bergeser. Mandiri Capital Indonesia (MCI) kini tidak hanya mengincar perusahaan rintisan berbasis teknologi, tetapi mulai memperluas fokus ke bisnis consumer yang dinilai memiliki permintaan lebih stabil di berbagai kondisi ekonomi.
CEO Mandiri Capital Indonesia Ronald Simorangkir mengatakan, MCI secara sadar mulai menggeser fokus investasi dari perusahaan-perusahaan rintisan teknologi ke sektor yang dinilai memiliki tingkat resiliensi lebih tinggi.
“Kami sudah secara sadar sedikit menggeser dari perusahaan-perusahaan rintisan teknologi,” ujar Ronald usai panel diskusi, bertema Building Trust Across Borders: How Investment, Parnership and Shared Vision Create Sustainable Growt, Kamis (13/8/2026) di Jakarta.
Ronald menegaskan, sektor yang kini menjadi perhatian MCI antara lain makanan dan minuman (F&B), healthcare, consumer retail, personal care, hingga fasilitas dan alat kesehatan.
Menurut Ronald, sektor-sektor tersebut dipilih karena memiliki kebutuhan yang relatif mendasar sehingga permintaannya tetap ada meski kondisi ekonomi berubah.
Selain melihat ketahanan permintaan, MCI juga semakin memperhatikan fundamental bisnis sebelum menyalurkan investasi. Perusahaan yang masuk dalam radar investasi harus memiliki kinerja keuangan yang mumpuni, produk dengan pasar yang jelas, serta unit economics yang mampu menghasilkan return.
“Pertanyaannya adalah apakah mereka memiliki strong demand dan unit economics yang bagus untuk menghasilkan return,” ujar Ronald.
Perubahan strategi tersebut bukan berarti MCI sepenuhnya meninggalkan perusahaan berbasis teknologi. Ronald mengatakan, masih terdapat sejumlah perusahaan berbasis teknologi dalam pipeline investasi MCI, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang hardware.
Namun, teknologi bukan lagi satu-satunya pertimbangan utama. MCI kini juga melihat seberapa kuat kebutuhan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan dan bagaimana kemampuan bisnis tersebut menghasilkan keuntungan.
“Kami sekarang playbook-nya adalah mengharapkan return bukan hanya dari sisi valuasi, tetapi juga ada dividen yang dikembalikan setiap tahun,” tutur Ronald.
Ke depan, MCI masih membuka peluang investasi di sektor consumer lainnya. Ronald menyebut terdapat sekitar tiga sampai lima perusahaan yang sedang dijajaki hingga akhir 2026, dengan sektor yang mencakup healthcare, personal care, makanan dan minuman, consumer retail, serta manufaktur.
Proses investasi tersebut kini dilakukan secara lebih mendalam. MCI tidak lagi mengejar jumlah investasi sebanyak-banyaknya, melainkan lebih mengutamakan kualitas dan kesiapan bisnis.
“Kita mencari kualitas, bukan kuantitas,” ujar Ronald.
Salah satu contoh strategi tersebut terlihat dari investasi MCI di Dore by Letao. Perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman tersebut dinilai memiliki fundamental bisnis yang sehat, meski skalanya masih berada pada kategori usaha kecil dan menengah.
CFO Mandiri Capital Indonesia Wisnu Setiadi mengatakan, investasi MCI diarahkan untuk membantu Dore memperbesar skala bisnis, termasuk melalui ekspansi gerai, peremajaan mesin, dan peningkatan kapasitas produksi.
“Secara keuangan, posturnya sebenarnya sudah cukup sehat, tetapi ukurannya memang masih SMI, UMKM. Kita bantu dia grow,” kata Wisnu.
Saat ini Dore memiliki sekitar 20 gerai yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia. Dengan dukungan investasi, MCI melihat peluang bagi perusahaan untuk memperluas jumlah gerai hingga mencapai skala yang lebih besar.
Investasi tersebut juga dirancang untuk mendukung kebutuhan bisnis dalam jangka tiga hingga lima tahun. MCI tidak sekadar memberikan dana, tetapi memastikan penggunaan modal telah disusun berdasarkan rencana ekspansi yang jelas.
Wisnu mengatakan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi MCI untuk lebih selektif dalam berinvestasi. Besaran investasi akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan rencana penggunaan dana.
“Kami sekarang sangat rasional dalam memberikan investasi. Use of proceeds harus jelas,” ujarnya.
Dalam investasi di Dore, MCI juga mempertahankan posisi sebagai investor minoritas dengan kepemilikan sekitar 15%–20%. MCI menjadi investor institusional eksternal pertama setelah founder Dore.
Dengan strategi tersebut, MCI melihat peluang pertumbuhan tidak hanya dari perusahaan teknologi, tetapi juga dari bisnis consumer yang memiliki kebutuhan pasar nyata dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post