youngster.id - Princeton Digital Group (PDG) memperkuat komitmen investasinya di Indonesia dengan mengamankan pendanaan sebesar US$856 juta atau setara Rp13,5 triliun. Dana masif ini dialokasikan khusus untuk mempercepat pembangunan kampus pusat data JC3 berkapasitas 120 MW yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Kabupaten Bekasi.
Langkah ini dilakukan guna merespons lonjakan permintaan kapasitas pusat data dari pelanggan hyperscale yang terus berekspansi di tanah air. Dengan struktur Green Finance Framework, pendanaan ini juga tercatat sebagai salah satu pinjaman hijau (green loan) terbesar untuk sektor infrastruktur digital di kawasan Asia Tenggara.
Pengembangan kampus JC3 di Bekasi ini merupakan bagian dari portofolio besar PDG di Indonesia yang kini telah mencapai 400 MW, menjadikannya salah satu pemain kunci dalam transformasi ekonomi digital nasional.
Dalam pernyataan resminya, PDG merinci bahwa pendanaan tersebut mencakup fasilitas sindikasi senilai US$456 juta yang didukung penuh oleh konsorsium bank besar, termasuk DBS, HSBC, Maybank, SMBC, dan Standard Chartered. Selain itu, fasilitas tambahan senilai US$400 juta saat ini sedang dalam proses pengerjaan.
Struktur pendanaan ini disusun di bawah kerangka kerja Green Finance Framework milik PDG. Perusahaan menyebut kesepakatan ini sebagai salah satu pinjaman hijau (green loan) terbesar yang pernah ada di kawasan ini.
“Pendanaan ini mencerminkan permintaan berkelanjutan terhadap kapasitas pusat data di Indonesia seiring ekspansi pelanggan skala hyperscale di negara ini,” ujar Rangu Salgame, Chairman, CEO, dan Co-founder Princeton Digital Group, Kamis (7/5/2026).
Kampus JC3 milik PDG berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Proyek ini menelan investasi awal sebesar US$1 miliar, dengan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) yang telah dimulai sejak November 2025 lalu.
Saat ini, Princeton Digital Group memiliki total portofolio kapasitas mencapai 400 MW di Indonesia. Selain melanjutkan pembangunan JC3, perusahaan baru-baru ini juga telah mengumumkan peluncuran proyek JC4 di lokasi yang sama.
Secara keseluruhan, PDG memiliki portofolio pusat data yang masif di Asia dengan total kapasitas melebihi 1,8 GW yang tersebar di tujuh negara. Langkah ini semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai hub strategis infrastruktur digital di Asia Tenggara. (*AMBS)
