youngster.id - Telkom University berkolaborasi dengan AirNav Indonesia mengembangkan inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung modernisasi layanan navigasi penerbangan nasional. Solusi berbasis teknologi Large Language Model (LLM) ini dipaparkan dalam forum internasional Aviation Safety and Security Reverse Trade Mission (RTM) yang diselenggarakan oleh United States Trade and Development Agency (USTDA) di Arlington, Virginia, Amerika Serikat.
Forum strategis yang mempertemukan delegasi Indonesia dan Filipina tersebut menjadi ajang pertukaran informasi sekaligus penjajakan kerja sama teknologi keselamatan penerbangan tingkat global. Dalam kesempatan itu, AirNav Indonesia memperkenalkan aplikasi penyusunan Notice to Airmen (NOTAM) berbasis AI hasil riset bersama Telkom University yang mampu mentransformasi masukan bahasa sehari-hari menjadi format standar penerbangan internasional.
Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bukti nyata hilirisasi riset akademis yang berdampak langsung pada keandalan dan efisiensi industri strategis.
“Bagi Telkom University, kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana hasil riset dan pengembangan teknologi di perguruan tinggi dapat memberikan solusi bagi kebutuhan industri. Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada tataran akademis, tetapi juga dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat secara langsung. Melalui pengembangan NOTAM berbasis AI bersama AirNav Indonesia, kami berharap teknologi ini dapat mendukung peningkatan efisiensi, akurasi, dan keselamatan layanan navigasi penerbangan, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi anak bangsa memiliki potensi untuk bersaing di tingkat global,” ujar Prof. Suyanto, dikutip Jum’at (6/11/2026).
Standardisasi ICAO dan Kemitraan Berkelanjutan TelkomGroup
Dalam operasional penerbangan, NOTAM merupakan dokumen vital yang memuat informasi kondisi, perubahan fasilitas, prosedur, hingga potensi bahaya penerbangan yang menjadi acuan utama para pilot dan maskapai. Penyusunan dokumen ini menuntut tingkat ketelitian dan standardisasi ketat sesuai regulasi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO).
Teknologi AI buatan Telkom University dan AirNav Indonesia menyederhanakan proses tersebut. Sebagai gambaran, ketika terjadi perbaikan landasan pacu (runway), petugas cukup memasukkan instruksi atau laporan operasional menggunakan bahasa sehari-hari. Sistem AI secara otomatis mengolah dan memformat informasi tersebut menjadi NOTAM resmi yang ringkas, presisi, dan patuh pada standar ICAO.
Kolaborasi ini semakin mempertegas komitmen TelkomGroup dalam mengintegrasikan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan industri nasional untuk menciptakan inovasi lokal yang berdaya saing internasional. (*AMBS)



















Discussion about this post