youngster.id - BRI Finance (PT BRI Multifinance Indonesia) mencatatkan kinerja positif pada lini penyaluran pembiayaan modal kerja dengan pertumbuhan mencapai 23,3% secara year-to-date dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan kinerja ini mencerminkan tingginya aktivitas pembiayaan di sektor riil di tengah dinamika perekonomian nasional.
Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo, mengungkapkan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh tingginya permohonan pembiayaan dari para pelaku usaha, khususnya untuk membiayai pengadaan aset produktif guna mendukung kelancaran ekspansi proyek bisnis.
“Aktivitas pembiayaan saat ini berjalan sangat aktif, khususnya untuk pengadaan aset produktif seperti alat berat guna menunjang kelancaran proyek para pelaku usaha. Permintaan dari berbagai cabang daerah juga terus mengalir lancar, didukung oleh pipeline yang solid di area seperti Jakarta dan Medan. Selain itu, antusiasme pengusaha untuk mengajukan pembiayaan baru semakin terakselerasi berkat dorongan dari program referral yang kami jalankan,” ujar Ignatius, dikutip Jum’at (6/11/2026).
Kontribusi Portofolio 37,7% dan Dominasi Skema Anjak Piutang
Berdasarkan data per 23 Oktober 2026, pembiayaan modal usaha memegang porsi kontribusi sebesar 37,7% dari total keseluruhan penyaluran pembiayaan perusahaan, menunjukkan komposisi portofolio yang stabil dan produktif.
Dari sisi mekanisme penyaluran, penyerapan pembiayaan modal kerja paling dominan ditopang melalui skema barang modal dengan metode anjak piutang (factoring). Posisi kedua disusul oleh penyaluran melalui skema pembiayaan bersama atau Joint Financing (JF) Piutang.
“Komposisi portofolio tersebut menjadi gambaran aktivitas pembiayaan modal usaha yang kami jalankan, dengan skema anjak piutang sebagai kontributor terbesar, diikuti oleh Joint Financing Piutang,” tambah Ignatius.
Dominasi skema anjak piutang dan aliran permintaan yang konsisten dari berbagai wilayah menunjukkan fleksibilitas pembiayaan BRI Finance dalam menjawab kebutuhan likuiditas serta pengadaan modal kerja para pelaku usaha secara berkelanjutan. (*AMBS)


















Discussion about this post