youngster.id - Penggunaan AI di lingkungan kerja Indonesia terus berkembang dan mulai memberikan dampak terhadap produktivitas. Namun, semakin banyaknya penggunaan AI juga menghadirkan tantangan baru bagi perusahaan. Salah satunya adalah Bring Your Own AI (BYOAI), ketika karyawan menggunakan berbagai layanan AI secara mandiri tanpa strategi dan tata kelola resmi dari perusahaan. Kondisi ini dapat membuat penggunaan AI sulit dipantau, termasuk konsumsi token dan biaya dari berbagai layanan AI.
Laporan Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 dari PwC mencatat 96% pekerja Indonesia yang menggunakan AI generatif setiap hari merasa lebih produktif. Sementara itu, studi Unlocking Indonesia’s AI Potential 2026 dari Strand Partners untuk Amazon Web Services (AWS) menunjukkan 75% bisnis di Indonesia yang mengadopsi AI mengalami peningkatan produktivitas yang terukur.
Melihat kebutuhan tersebut, Hypernet Technologies, perusahaan Managed Service Provider (MSP) di bawah naungan XLSMART, meluncurkan TokenKu.ai. Platform managed AI marketplace ini menawarkan akses ke lebih dari 120 model AI global melalui satu portal dengan sistem kendali terpusat.
“Banyak perusahaan masih kesulitan dalam merancang kerangka kerja AI. Maka dari itu, TokenKu.ai siap membantu organisasi mengatasi kompleksitas tersebut melalui filosofi ‘Satu Gateway untuk Semua Model AI’,” ujar Sudianto Oei, CEO Hypernet Technologies dikutip Rabu (16/9/2026).
Menurut dia, melalui satu gateway, perusahaan dapat memantau penggunaan AI secara real time berdasarkan individu, divisi, maupun model AI.
“Manajemen juga dapat mengatur virtual API key dan menentukan batas belanja bulanan atau budget cap untuk membantu mengendalikan konsumsi token,” ujarnya.
TokenKu.ai juga menyederhanakan proses administrasi dan pembayaran. Seluruh penggunaan dari berbagai model AI dikonsolidasikan dalam satu invoice resmi dengan faktur pajak dalam rupiah. Perusahaan dapat memilih pembayaran melalui top up wallet atau bundling dengan paket managed service dari Hypernet Technologies.
Platform ini menyediakan akses ke lebih dari 120 model AI dari perusahaan teknologi seperti OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta. Dengan sistem tersebut, tim internal tidak perlu mengelola banyak akun atau melakukan pengelolaan lisensi secara terpisah dengan berbagai penyedia AI.
Pada tahap awal, TokenKu.ai menyasar sektor Telekomunikasi, Media, & Teknologi (TMT), jasa keuangan, dan ritel yang membutuhkan kepatuhan data serta efisiensi operasional. Ke depan, jangkauan platform akan diperluas ke sektor lainnya.
Peluncuran TokenKu.ai menjadi langkah Hypernet Technologies untuk memperluas perannya dari penyedia konektivitas dan infrastruktur IT menjadi mitra bagi perusahaan dalam mengelola pemanfaatan AI secara lebih terpusat dan terukur.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post