youngster.id - Jaringan telekomunikasi kini tidak hanya dituntut semakin cepat, tetapi juga semakin pintar dalam membaca kondisi dan melakukan optimalisasi secara otomatis. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mendorong perubahan ini melalui teknologi yang memungkinkan jaringan menganalisis masalah hingga mengambil tindakan dengan lebih sedikit intervensi manusia.
Melihat perkembangan tersebut, ZTE Corporation bersama XLSMART memperkuat kolaborasi dalam pengembangan autonomous networks atau jaringan otonom. Keduanya menampilkan perkembangan terbaru pengujian teknologi berbasis AI Agent pada jaringan aktif dalam ajang ZTE Global Summit & User Congress 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
“XLSMART terus mengeksplorasi bagaimana AI dan otomatisasi dapat semakin meningkatkan operasional jaringan sekaligus mempercepat perjalanan kami menuju autonomous network,” ucap Shurish Subbramaniam, CTO XLSMART dikutip Selasa (15/9/2026).
Menurut Shurish, kolaborasi dengan ZTE memungkinkan XLSMART menguji berbagai kasus penggunaan berbasis agent secara langsung di lingkungan jaringan aktif. Pengujian tersebut digunakan untuk melihat efektivitas teknologi sekaligus mengukur manfaatnya dalam kondisi jaringan yang sebenarnya.
“Kolaborasi kami dengan ZTE memungkinkan kami menguji berbagai kasus penggunaan berbasis agent yang bernilai tinggi secara langsung di lingkungan jaringan aktif, sehingga kami dapat mengevaluasi efektivitas operasional dan manfaat yang terukur dalam kondisi jaringan yang sebenarnya,” paparnya.
Salah satu teknologi yang diuji adalah Network Optimization Agent. Teknologi ini dirancang untuk membantu proses optimalisasi jaringan, khususnya dalam meningkatkan cakupan jaringan nirkabel.
Dalam pengujian pada sejumlah skenario jaringan aktif, Network Optimization Agent menunjukkan kemampuan untuk menjalankan proses optimalisasi mulai dari menganalisis kondisi jaringan, menyusun strategi, hingga melakukan eksekusi secara otomatis.
Teknologi tersebut juga menunjukkan kemampuan closed-loop automation, dengan tingkat penyelesaian mencapai 25% dalam cakupan pengujian. Kemampuan ini memungkinkan sebagian proses beralih dari tahap analisis menuju eksekusi secara otomatis, sehingga dapat mengurangi pekerjaan manual dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan optimalisasi.
“Hasil dari proses pengujian ini akan membantu kami menentukan langkah pengembangan dan perluasan kapabilitas autonomous network secara bertahap, sebagai bagian dari evolusi operasional jaringan XLSMART secara lebih luas,” pungkasnya.
Kolaborasi ZTE dan XLSMART ini menjadi bagian dari perjalanan XLSMART menuju Autonomous Networks Level 4 (L4). Pada tahap tersebut, kemampuan jaringan untuk memahami kondisi, mengambil keputusan, dan menjalankan tindakan secara mandiri menjadi semakin penting.
Dalam pengembangan selanjutnya, kedua perusahaan akan terus menguji berbagai skenario autonomous network yang dinilai memiliki nilai tinggi. Hasil pengujian di jaringan aktif akan menjadi dasar untuk memperluas penggunaan teknologi berbasis agent sekaligus meningkatkan kemampuan otomasi jaringan.
Pengujian ini menjadi salah satu contoh bagaimana AI Agent dapat diterapkan dalam operasional jaringan secara langsung. Alih-alih hanya memberikan rekomendasi, agent dapat membantu menjalankan rangkaian proses berdasarkan kondisi yang ditemukan di jaringan.
Jika pengembangannya terus berjalan, teknologi seperti ini dapat membantu operator menghadapi jaringan yang semakin kompleks dengan proses operasional yang lebih cerdas dan efisien. Bagi pelanggan, manfaat akhirnya diharapkan terlihat dari jaringan yang lebih responsif dan mampu beradaptasi terhadap kebutuhan secara lebih cepat.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post