Selasa, 31 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Tren Kolaborasi Fintech dengan Bank Makin Berkembang

20 November 2019
in Headline, News
Reading Time: 3 mins read
Kredivo

Tim Kredivo pada peluncuran fitur zero-click checkout. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Laporan e-Conomy SEA 2019 yang dilakukan oleh Google dan Temasek pada akhir 2019 menyebut bahwa di Indonesia masih terdapat 92 juta jiwa penduduk dewasa yang belum tersentuh layanan finansial atau perbankan. Jumlah tersebut lebih dari separuh total penduduk dewasa Indonesia yang mencapai 182 juta jiwa.

Dalam kondisi tersebut, kehadiran financial technology (fintech) yang tumbuh subur di Indonesia nampaknya menjadi angin segar dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Peranan Fintech dalam memberikan kemudahan akses keuangan lewat pemanfaatan teknologi turut menggerakkan roda perekonomian negara.

Bahkan, para ekonom memprediksi bahwa tren kolaborasi antara pelaku fintech dan perbankan konvensional di Indonesia akan semakin berkembang karena dapat saling menguntungkan satu sama lain.

“Kehadiran teknologi akan membawa perubahan bagi lanskap bisnis di sektor keuangan saat ini. Pelaku di sektor keuangan pun semakin dituntut untuk mampu memberikan layanan dan produk keuangan yang inovatif, lebih efisien, cepat, mudah, dan memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat. Melalui adanya kolaborasi yang sejalan antara fintech dan perbankan dengan berorientasi pada peningkatan ekonomi masyarakat akan menciptakan iklim sektor keuangan Indonesia yang kondusif. Selain itu, melalui kolaborasi yang terjalin, baik fintech dan perbankan dapat lebih memperkuat dan memaksimalkan perannya dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat,” ungkap Umang Rustagi, Komisioner Kredivo dalam keterangannya, Rabu (20/11/2019) di Jakarta.

Baca juga :   DOKU Perkuat Sistem Deteksi Kecurangan Dini

Hasil riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dan Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI) yang dilakukan akhir 2019 ini menyebut bahwa perusahaan fintech lending diproyeksi berkontribusi Rp 100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di tahun 2020. Prediksi itu naik hampir 4 kali lipat dibanding tahun 2018, yang berada di angka Rp 25,97 triliun.

Cepatnya penetrasi pasar yang mampu dilakukan oleh fintech lantas membuat para pelaku fintech semakin mantap untuk memperkuat ekspansi bisnisnya guna memberikan dampak lebih luas bagi sektor keuangan di Indonesia. Hal ini turut mencuri perhatian dari berbagai investor, termasuk para pelaku di sektor keuangan seperti perbankan konvensional yang turut menyalurkan dananya dan berkolaborasi dengan pelaku fintech.

Baca juga :   Telkom Dukung UMKM Naung Songket Naik Kelas dengan Digitalisasi

Ada berbagai tantangan mungkin dihadapi oleh pelaku fintech di Indonesia yang hendak menjajaki kolaborasi dengan perbankan. Selain kredibilitas fintech yang menjadi faktor pertama dalam proses integrasi dengan perbankan, kemampuan manajemen risiko yang dilakukan oleh fintech juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi para perbankan yang ingin berkolaborasi dengan fintech. Fintech yang mampu mengelola manajemen risiko dengan baik tentunya akan meminimalisir indeks kredit macet, sehingga akan memberikan nilai tambah bagi performa bisnis perbankan.

Namun, tantangan tersebut bukan tidak dapat diatasi. Sejak beberapa tahun belakangan, berbagai fintech di dunia telah berhasil melalui tantangan tersebut dan mampu menjalin kolaborasi dengan perbankan. Pada 2016, Santander UK Bank telah berinvestasi pada platform peminjaman online – Kabbage, untuk memberikan pinjaman jangka pendek kepada UMKM di Inggris. Melalui kolaborasi tersebut, memungkinkan Santander untuk mengurangi waktu yang diperlukan dalam mencairkan pinjaman menjadi hitungan jam dari rata-rata 2-12 minggu yang dihabiskan saat itu.

Selain itu, di 2018, kolaborasi juga dilakukan oleh American Express dan GreenSky (perusahaan teknologi yang fokus pada sistem point-of-sale) untuk meningkatkan sistem pembayaran digital dan kemampuan pembiayaan guna membantu merchant mengembangkan bisnis mereka, sekaligus memberikan konsumen berbagai pilihan pembayaran berbasis digital dengan mudah.

Baca juga :   Induk Kredivo Akan Jadi Perusahaan Publik melalui Merger dengan VPC Impact Acquisition Holdings II

Semakin banyaknya kolaborasi yang terjalin antara perbankan konvensional dengan fintech, dapat menjadi sinyal positif bahwa melalui kolaborasi tersebut, kedua belah pihak dapat saling melebarkan eksistensinya di sektor keuangan, tentunya dengan pendekatan konsumen berbasis digital.

Tidak dapat dipungkiri bahwa era teknologi secara cepat menuntut pelaku industri untuk terus berusaha memahami konsumen dan melakukan transformasi yang berdampak pada industri. “Disrupsi di sektor keuangan dapat diimbangi dengan meningkatkan kolaborasi industri melalui produk dan layanan inovatif. Kolaborasi antar perbankan dan pelaku fintech dalam bentuk apapun dapat memberi manfaat bagi kedua belah pihak, karena mampu mempertahankan pertumbuhan pangsa pasar jangka panjang, menjangkau basis konsumen lebih luas, meningkatkan pengalaman serta kepuasan konsumen, serta yang terpenting turut kontribusi pada peningkatan roda perekonomian negara,” tutup Umang.

STEVY WIDIA

Tags: fintechKredivoPerbankan
Previous Post

J&T Express Roadshow 2019, Kunjungi 15 Kampus di 5 Kota

Next Post

Cetak Foto Bisa Jadi Pengalaman Yang Menyenangkan

Related Posts

AFTECH OJK
Digital Business

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
0
Indosat x Safaricom
Digital Business

Perkuat Layanan Fintech dan AI, Indosat Ooredoo Hutchison Jalin Kemitraan Strategis dengan Safaricom

16 Maret 2026
0
Mastercard Global Commerce Suite
Digital Business

Mastercard Luncurkan Global Commerce Suite, Mudahkan Transaksi Lintas Negara bagi UMKM

11 Maret 2026
0
Load More
Next Post
Cetak Foto Bisa Jadi Pengalaman Yang Menyenangkan

Cetak Foto Bisa Jadi Pengalaman Yang Menyenangkan

Fore Coffee Gandeng Airy Untuk Ekspansi di 1.000 lokasi Se-Indonesia

Fore Coffee Gandeng Airy Untuk Ekspansi di 1.000 lokasi Se-Indonesia

TikTok Travel, Kolaborasi Tiktok dan Kemenpar Untuk Promosi Destinasi Terbaik Indonesia

Pengguna TikTok Kini 1,5 Miliar

Discussion about this post

Recent Updates

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

30 Maret 2026
ITSEC Asia

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
KPPU Fintech

KPPU Putuskan 97 Fintech P2P Lending Bersalah Atas Perkara Kartel Bunga

30 Maret 2026
Intervyou

Intervyou Luncurkan Platform Persiapan Karir Berbasis AI di Indonesia

30 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

30 Maret 2026
ITSEC Asia

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
KPPU Fintech

KPPU Putuskan 97 Fintech P2P Lending Bersalah Atas Perkara Kartel Bunga

30 Maret 2026
Intervyou

Intervyou Luncurkan Platform Persiapan Karir Berbasis AI di Indonesia

30 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version