ULA dan LP Ma’Arif NU Gelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi 500 Guru

ULA x LP Ma’Arif NU

e-commerce marketplace B2B ULA bersama LP Ma’Arif NU mengadakan pelatihan kewirausahaan bagi 500 guru (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - e-commerce marketplace B2B ULA bersama Lembaga Pendidikan Ma’Arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’Arif NU) mengadakan pelatihan kewirausahaan. Pelatihan ini diikuti 500 guru yang tergabung dalam LP Ma’Arif NU Kota Surabaya, Jawa Timur.

Pelatihan yang diberikan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan menumbuhkan keterampilan digital serta jiwa kewirausahaan guru-guru, yang dapat membantu mereka untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan menyalurkan keterampilan kepada siswa dan siswinya.

Tubagus Muklis, External Relation Leader ULA mengatakan, kemitraan strategis yang merupakan bagian dari program Komunitas Teman ULA ini bertujuan untuk membuka peluang bisnis dan meningkatkan pendapatan rumah tangga warga lokal Surabaya, kota tempat ULA pertama kali diluncurkan. Di mana, kurang dari 2 tahun, ULA telah memberikan fasilitas rantai pasokan kepada lebih dari 100.000 UMKM di seluruh Jawa.

“Di ULA, kami bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pedagang UMKM dengan memanfaatkan teknologi. Kami membangun solusi inovatif dan di dalam waktu bersamaan, kami memperkenalkan fitur ramah pengguna yang dapat membantu untuk mengatasi masalah utama di sekitar rantai pasokan dan layanan keuangan, memastikan penjual online kami untuk tetap kompetitif. Pelatihan guru dengan platform kami membuka peluang wirausaha bagi mereka serta mendapatkan lebih banyak keunggulan di pasar yang kompetitif,” kata Tubagus, dalam keterangannya, Jumat (20/5/2022).

Menurut Tubagus, pihaknya berharap guru-guru dapat menciptakan peluang usaha dan mengeksplor kesempatan melalui program dan fasilitas yang tersedia di platform ULA tanpa mengganggu fokus utama dalam memberikan pendidikan.

Mengingat buruknya dampak pandemi terhadap ekonomi dan pendapatan rumah tangga penduduk Indonesia, kesempatan berbisnis online berbasis komunitas merupakan hal yang sangat menguntungkan bagi masyarakat Indonesia – terutama dengan terganggunya rantai pasokan dan pembatasan mobilitas.

Berdasarkan World Bank, Indonesia telah beralih dari status berpenghasilan tinggi ke status berpenghasilan rendah pada tahun 2021. Selain itu, tingkat kemiskinan di Indonesia juga bertambah, dari 9,2% di September 2019 menjadi 9,7% di September 2021.

Namun, bisnis online, khususnya di pasar e-commerce, terbukti lebih kuat dalam menghadapi pandemi, dibandingkan dengan toko offline. Berdasarkan sebuah penelitian, hampir 80% dari pedagang digital yang disurvei tetap dapat membuka usahanya selama 2020 ketika pandemi pertama kali menyerang Indonesia di bulan Maret 2020. Beberapa bisnis yang menjalankan operasinya secara online mampu bangkit kembali dari keterpurukan ekonomi dan operasional.

Di sisi lain, sebagian besar dari bisnis offline yang disurvei meyakini bahwa keterampilan digital adalah hal yang mereka butuhkan untuk bertahan dalam pasar yang semakin kompetitif. Pelatihan kewirausahaan akan memberi guru-guru bukan hanya pengetahuan berjualan online dan beradaptasi dengan era digital tetapi juga bagaimana mengelola inventaris dan modal kerja dengan lebih baik, meningkatkan keuntungan dan mengembangkan bisnis mereka hanya dari rumah.

“Pelatihan ini merupakan sarana yang tepat bagi setiap guru untuk bergabung dan menghasilkan penghasilan tambahan. Kami berharap para guru yang mengikuti pelatihan mampu mengajarkan sesama anggota organisasi dan membimbing kelompok lain tentang pentingnya beradaptasi di era digitalisasi, sehingga mereka memiliki bekal yang cukup untuk memulai bisnis masing-masing,” ujar Moh. Kholil, Pimpinan LP Ma Ma’Arif NU di Surabaya.

 

HENNI SOELAEMAN

Exit mobile version