Anggaran Riset Naik Jadi Rp12 Triliun, Kemendiktisaintek Gandeng MIND ID Perkuat Hilirisasi & Swasembada Energi

Anggaran Riset 2025

Anggaran Riset Naik Jadi Rp12 Triliun, Kemendiktisaintek Gandeng MIND ID Perkuat Hilirisasi & Swasembada Energi (Foto: Istimewa)

youngster.id - Pemerintah resmi memperkuat arsitektur riset nasional untuk mendukung agenda hilirisasi dan swasembada energi. Melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), pemerintah mengalokasikan kenaikan anggaran riset sebesar 50%, dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun pada tahun 2025.

Langkah strategis ini diikuti dengan pembukaan ruang kolaborasi antara akademisi, Dewan Energi Nasional (DEN), dan pelaku industri, di mana MIND ID ditempatkan sebagai mitra kunci dalam penguasaan teknologi mineral dan energi.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Fauzan Aziman, menegaskan bahwa riset nasional kini tidak lagi sekadar berbasis topik akademik, melainkan diarahkan untuk menjawab tantangan nyata industri (problem statement).

“Kami ingin penelitian berbasis pemecahan masalah. Problem statement itu tidak hanya datang dari kampus, tetapi juga dari industri, BUMN, dan Dewan Energi Nasional. Apa yang menjadi perhatian industri seperti MIND ID, itulah yang kami dorong menjadi fokus penelitian,” ujar Fauzan, dikutip Kamis (5/3/2026).

Pemerintah menilai posisi MIND ID sangat krusial dalam orkestrasi hilirisasi nasional karena mengonsolidasikan entitas besar seperti PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk.

Fauzan menekankan bahwa penguasaan teknologi dalam negeri adalah kunci agar Indonesia tidak lagi bergantung pada teknologi impor atau sekadar menjadi eksportir bahan mentah.

“Presiden melihat kunci utama industri mineral dan energi adalah penguatan teknologi. Kapasitas teknologi dan kemampuan adaptasi industri terhadap disrupsi akan menentukan keberhasilan hilirisasi dan ketahanan energi,” tambahnya.

Selain fokus pada inovasi fisik, kolaborasi antara Kemendiktisaintek dan MIND ID juga akan mencakup pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Tujuannya agar tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi global secara cepat.

“Teknologi dan manusianya harus dibangun secara bersamaan. Itu yang bisa kita sinergikan antara kementerian dengan MIND ID,” tandas Fauzan.

 

Melalui pendekatan berbasis kebutuhan industri ini, pemerintah optimistis swasembada energi nasional akan memiliki fondasi ilmiah yang kokoh. Hilirisasi mineral diharapkan tidak hanya ditopang oleh investasi fisik, tetapi juga diperkuat oleh riset dan penguasaan teknologi karya anak bangsa. (*AMBS)

Exit mobile version