Berkat Biji Mahoni, Pelajar Bengkulu Raih Medali Emas di Malaysia

Pelajar dari Bengkulu raih medali emas pada World Young Inventors Exhibition di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Antara/youngster.id)

youngster.id - Berkat inovasi semprotan anti nyamuk dari biji mahoni, tiga pelajar asal Bengkulu, berhasil memenangkan medali emas dalam ajang World Young Inventors Exhibition di Kuala Lumpur, Malaysia, yang digelar pertengahan bulan lalu.

Mereka adalah Arif Hidayat, Endi Juniardi, dan Aqshal Dwi Raldo dari SMAN 2 Bengkulu Selatan. Mereka membuat produk inovatif dari pohon mahoni yang tumbuh di sebelah pagar sekolah. Ternyata biji pohon bernama latin Swietenia macrophilla tersebut memiliki biji yang tidak disukai serangga.

“Masyarakat menganggap pohon mahoni hanya bermanfaat kayu dan daunnya saja. Namun setetelah kami meneliti ada manfaat kesehatan dari pohon tersebut,” kata Arif sebagaimana dilansir Antara, Minggu (3/6/2018).

Setelah melakukan serangkaian penelitian ilmiah, ternyata ekstrak biji mahoni memiliki senyawa saponin yang tidak disukai serangga sehingga dapat mencegah gigitan nyamuk demam berdarah.

“Saponin inilah yang menjadi dasar terbentuknya semprotan pelindung kulit dari gigitan nyamuk,” lanjutnya.

Saponin adalah senyawa dalam bentuk glikosida yang berasa pahit dan berbuih apabila dikocok dengan air. Senyawa ini berfungsi sebagai anti bakteri dan anti serangga. Arif mengungkapkan dengan sekali semprot, kulit dapat terlindungi dari gigitan nyamuk selama delapan jam.

Baca juga :   H-Flory, Mesin Pengering Hasil Panen Berbasis Smartphone

Sebelum memenangkan medali di Malaysia pada Mei 2018, Arif dan dua kawannya sudah lebih dulu menyabet medali perunggu dalam Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) di Bandung, Jawa Barat.

“Kami senang ternyata hasil penelitian kami mendapat sambutan positif dari masyarakat luar negeri,” tambah Arif.

Dia berharap penelitian mereka bisa bermanfaat bagi banyak orang, terutama di Indonesia yang jumlah kasus demam berdarahnya masih cukup banyak.

Hasil penelitian tersebut dikemas dalam botol berukuran 100 mililiter dan dijual seharga Rp 15.000 per botol secara online. Agar lebih ramah bagi hidung, ditambahkan aroma dari perasan kulit jeruk.


FAHRUL ANWAR