BPPT Luncurkan Teknologi Implan Tulang Lokal

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan teknologi implan tulang buatan anak bangsa (Foto: Istimewa/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT meluncurkan teknologi implan tulang buatan anak bangsa. BPPT mengklaim inovasi implan tulang ini setara dengan buatan Swiss.

Implan tulang traumatik yang dibuat itu berbahan stainless steel 316L. Produk dari bahan baku lokal itu diklaim merupakan inovasi pertama di Indonesia. Untuk melahirkan inovasi tersebut, BPPT menggandeng industri yaitu PT. Zenith Allmart Precisindo.

Kepala BPPT, Unggul Priyanto mengatakan, dengan menggandeng PT. Zenith Allmart Precisindo, mereka berhasil merekayasa teknologi material melalui pengembangan teknologi pembuatan medical grade stainless steel 316L, dengan pemaduan dan pemurnian bahan baku lokal feronikel produk PT Aneka Tambang di Pomala, Sulawesi Tenggara.

“Stainless steel 316L yang dihasilkan, kualitasnya setara dengan material implan tulang impor, yakni setara dengan produk Synthes ex Switzerland. Inovasi ini juga telah memenuhi Implant Quality ASTM F138 dan uji medis dengan in vitro dan in vivo,” kata Unggul.

Menurut dia, implan tulang ini akan diproduksi secara massal dan komersial di PT. Zenith Allmart Precisindo yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur, dengan menggunakan teknologi mass production investment casting dan gas diffuser.

Unggul mengklaim, BPPT mampu menghasilkan produk near shape finish karena cetakan telah sesuai produk akhir, sehingga mampu menekan biaya produksi menjadi sangat efisien. Namun dengan efisiensi itu tetap mampu menghasilkan produk dengan kekuatan mekanik yang konsisten di atas standar minimum yang dipersyaratkan.

Implan tulang yang sudah dihilirisasi ini sesuai Instruksi Presiden Nomer 6 tahun 2016, tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. BPPT terus mendorong penguasaan teknologi dan inovasi dalam bidang farmasi dan alat kesehatan.

Untuk itu, Unggul berharap, setelah mendapatkan sertifikat produksi dan izin edar, dilanjutkan untuk pendaftaran pada e-katalog sehingga alat kesehatan implan tulang produk dalam negeri ini dapat dibeli secara daring atau online.

“Kami sangat mendorong agar produk ini dapat digunakan oleh para tenaga ahli medis orthopedi baik di rumah sakit-rumah sakit pemerintah maupun swasta. Untuk itu butuh sinergi dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

 

FAHRUL ANWAR