Inovasi Pemantau Laut Masuk Final Fly Your Ideas 2019

Tim Airfish, Keiko Miyazaki dari Tokyo; Nathan Harjanto, Falah Fakhriyah, dan Martin Siagian dari Jakarta. (Foto: istimewa)

youngster.id - Mahasiswa asal Indonesia yang tergabung dalam Tim AirFish (Airbus Integrated Fisheries Information Services) mengusulkan sebuah sistem pemantauan laut menggunakan teknologi pengambilan gambar dan video melalui satelit. Berkat inovasi mahasiswa di University of Cambridge masuk babak final kompetisi “Fly Your Ideas.”

Inovasi ini adalah remote penginderaan jarak jauh. Penerapan teknologi ini dapat membantu pemerintah melawan upaya penangkapan ikan ilegal, mengurangi pengangkapan spesies langka secara tidak sengaja, dan secara umum mengurangi kerusakan pada habitat laut.

“Dengan terus berkembangnya satelit mikro, kami ingin menghadirkan data real-timeberesolusi tinggi kepada pengguna, misalnya pemerintah yang ingin menghentikan penangkapan ikan ilegal sehingga mereka dapat segera mengambil tindakan,” kata Falah Fakhriyah ketua tim Airfish, dalam keterangan pers, Selasa (14/5/2019).

Bersama tiga mahasiswa lainnya, Martin Siagian dan Nathan Harjanto dari Jakarta, Indonesia, dan Keiko Miyazaki dari Tokyo, Jepang, Tim Airfish melakukan riset mendalam tentang apa yang remote sensing dapat berikan sebagai solusi untuk kebutuhan yang kini ada di industri perikanan.

Baca juga :   Mahasiswa Asal Indonesia Masuk Lima Besar Kompetisi Global Airbus

“Kami menilik beberapa industri berbeda seperti pertambangan dan agrikultur, tetapi sudah terlalu banyak solusi berbasis teknologi pencitraan satelit di industri-industri tersebut. Kami lalu mempelajari industri perikanan, dan kami terkejut akan lambatnya perkembangan teknologi ini di industri tersebut meski remote sensingsudah digunakan selama dua dekade,” ujar Siagaian.

Universitas tempat mereka menempuh gelar MBA mendorong mereka untuk menambah pengalaman dengan cara mengikuti sebuah kompetisi. Setelah mempelajari daftar kompetisi dari seluruh dunia yang bisa mereka ikuti, mereka memutuskan untuk mengirimkan gagasan ke Fly Your Ideas.

“Fly Your Ideas adalah sebuah kompetisi global industri dirgantara dengan tantangan yang relevan. Kami sangat senang bisa mencapai tahap akhir ini dan bersaing dengan talenta terdepan di dunia. Ditambah lagi, kemungkinan yang besar untuk ide-ide kami diimplementasikan di kemudian hari adalah sebuah prospek yang begitu menarik,” ujar Harjanto.

Tim AirFish adalah satu dari tujuh tim yang berlomba dalam babak final Fly Your Ideas 2019. Para finalis mewakili 11 negara (Argentina, Jerman, Yunani, India, Indonesia, Italia, Jepang, Moldavia, Belanda, Norwegia, Inggris), delapan universitas, dan dipilih dari lebih dari 270 gagasan yang terkumpul dari seluruh dunia. Para pemenang akan diumumkan pada sebuah acara spesial di Toulouse, Perancis pada 27 Juni 2019.

Baca juga :   GWK, Alasan Lain untuk Kembali ke Bali

Kompetisi Fly Your Ideas yang berlangsung dua tahun sekali mendorong beragam pemikiran dan konsep inovatif pada semua bidang di industri dirgantara. Gagasan yang lolos ke babak final adalah inovasi yang relevan terhadap tantangan kompetisi ini: Elektrifikasi, Layanan Data, Keamanan Cyber, Internet of Things, Kecerdasan Buatan, dan Realitas Campuran. Bersama finalis lainnya, tim mereka akan berlomba untuk memenangkan total hadiah €45.000.

STEVY WIDIA