ITB Bangun Tiga Inovasi Transportasi Berbasis Listrik

ITB akan mengembangkan transportasi berbasis listrik, salah satunya metro capsule. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

youngster.id - Institut Teknolgi Bandung (ITB) mengembangkan tiga inovasi transportasi berbasis listrik. Yakni bus listrik, kendaraan delivery listrik, dan Metro Capsule. Ketiga inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi permasalahan transportasi.

“Kami bekerja sama dengan berbagai perusahaan industri. Fokusnya di tiga bidang teknologi yang tadi,” kata Sigit Puji Santosa Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Berkelanjutan ITB saat Pameran Karya Inovasi, Minggu (5/3/2017) di Aula Barat ITB,Bandung.

Sigit menjelaskan, inovasi tersebut kini masih dalam tahap pengembangan tim ITB. Namun Metro Capsule sudah diujicoba dengan membangun track sepanjang 300 meter di Subang, Jabar. “Di sana diuji semua uji sistem, uji fungsi dan macam-macam dites di sana. Dan hasilnya cukup bagus,” katanya menambahkan.

Rencananya pembangunan Metro Capsule akan dilakukan di Kota Bandung sepanjang enam kilometer dari Stasiun Bandung, ke arah Dalem Kaum, Tegalega, dan kembali ke Stasiun Bandung. “Kemarin Pak Wali Kota (Ridwan Kamil) sudah press conference. Tapi yang pasti akan dibangun di Bandung,” katanya.

Baca juga :   Menuju Seabad ITB Berkomitmen Cetak Wirausaha

Sigit menjelaskan, produksi kendaraan listrik itu akan dilakukan oleh sejumlah industri manufaktur dalam negeri maupun luar negeri seperti PT INKA, PT KAI, PT INTI, PT Pindad, PT Lens, dan berbagai kerja sama pengembangan dengan universitas luar negeri. “Kita kan ga jualan, tapi kita salurkan sumber daya manusianya ke industri-industri yang bekerja sama dengan kita,” kata dia.

Ia menambahkan, pengembangan transportasi bertenaga listrik itu merupakan upaya menghadapi revolusi industri otomotif di tahun 2025. Selain itu, kendaraaan listrik ini menjadi alternatif transportasi dan solusi atas permasalahan kebutuhan energi pengganti BBM dan pencemaran lingkungan. “Jadi nanti kendaraan dengan menggunakan bahan bakar kan berkurang bahkan habis diganti oleh kendaraan hybrid dan listrik,” pungkas Sigit.

 

STEVY WIDIA