Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Innovation

Mahasiswa Asal Indonesia Temukan Hydrogel, Obat Penyakit Pada Usus

14 Januari 2019
in Innovation, News
Reading Time: 2 mins read
Mahasiswa Asal Indonesia Temukan Hydrogel, Obat Penyakit Pada Usus

Sasza Chyntara Nabilla. (Foto: dok.pribadi/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Sasza Chyntara Nabilla mahasiswa asal Indonesia berhasil mengembangkan teknologi baru berupa material hydrogel yang bisa mengembang di dalam tubuh untuk mengobati penyakit pada usus yaitu penyakit chron.

Sasza yang merupakan mahasiswa Fakultas Material Universitas Oxford yang melakukan riset dengan membuat material berupa hydrogel yang bisa mengembang dan menggantikan usus yang kian memendek.

“Material berasal dari hydrogel yang bisa mengembang dengan sendirinya ketika ada fluida atau air. Simpelnya nanti material akan membuat usus palsu,” kata Sasza seperti dikutip Antara baru-baru ini.

Dalam paparannya di Universitas Atmajaya Jakarta ia mengatakan, penelitian tentang material hydrogel berasal dari masalah penyakit chron yang ditangani dengan memotong usus untuk menghilangkan sumber penyakit.

Baca juga :   Harbolnas Gairahkan Bisnis e-Commerce Indonesia

Penyakit chron merupakan penebalan dinding usus sehingga membuat bagian dalamnya menyempit dan menimbulkan benjolan. Beberapa pengobatan bisa dilakukan dengan obat, namun cara terakhir untuk mengobati penyakit tersebut dengan cara memotong usus.

Namun penyakit chron memiliki sifat seperti kanker sehingga penanganan dengan memangkas usus beberapa kali hingga menjadi pendek bisa mengakibatkan gejala-gejala lainnya pada tubuh seperti malnutrisi hingga kematian.

Pada prinsipnya, hydrogel dapat mengembang secara osmosis melalui cairan tubuh tanpa membutuhkan injeksi dari perangkat luar atau inflasi manual. Pada sistem kerjanya, hydrogel akan diaplikasikan dan diimplan pada usus kecil.

Sasza mengungkapkan material hydrogel berbentuk lebih seperti lensa kontak yang biasa diaplikasikan di mata seseorang. Menurutnya, material hydrogel hasil penelitiannya memiliki keuntungan lebih dibandingkan teknik memperpanjang usus dalam metode yang sudah ada sebelumnya.

Baca juga :   Asisten Google Kini Bisa Pesankan Anda Go-Jek

Material hydrogel tersebut terbuat dari bahan yang mudah didapat, murah, proses pengembangan yang cepat dan tidak menyakitkan bagi tubuh, dan lebih stabil. Metode yang sudah ada sebelumnya seperti yang menggunakan perangkat mekanik dengan cara menanamkannya pada usus dan menarik usus hingga memanjang membuat proses terasa menyakitkan.

Sementara metode lain yang hampir serupa seperti menggunakan silikon dinilai tidak stabil dalam pengembangannya yang sulit dikontrol.
Sasza yang merupakan alumni Teknik Material dan Metalurgi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya tersebut akan melanjutkan penelitiannya pada tahap in vivo yaitu menguji coba pada hewan.

FAHRUL ANWAR

Tags: hydrogelpenyakit ususSasza Chyntara Nabilla
Previous Post

Serangan Malware Intai Para Freelancer

Next Post

Investree Siap Pasarkan Savings Bond Ritel SBR005

Related Posts

No Content Available
Load More
Next Post
Investree Siap Pasarkan Savings Bond Ritel SBR005

Investree Siap Pasarkan Savings Bond Ritel SBR005

Lacak.io, Aplikasi Pemantau Bisnis Logistik

Lacak.io, Aplikasi Pemantau Bisnis Logistik

Ford Berhentikan Startup Chariot

Ford Berhentikan Startup Chariot

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version