Selasa, 26 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Industry

Permenhut 6/2026 Terbit, Startup CarbonEthics Siap Dorong Investasi Karbon Komunitas Lewat Proyek Pulang Pisau

26 Mei 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
Bimo - CarbonEtics

Bimo Soewadji, Co-Founder & CEO CarbonEthics, (Foto: Istimewa/CarbonEtics)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Startup penyedia solusi iklim terintegrasi, CarbonEthics, menyambut positif terbitnya Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 6 Tahun 2026. Regulasi baru ini menjadi angin segar bagi kelanjutan proyek karbon berbasis masyarakat terintegrasi yang tengah dikembangkan perusahaan di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui Carbon Policy Lab—sebuah inisiatif advokasi kebijakan hasil kolaborasi CarbonEthics dan NatureVerse—isu implementasi aturan ini diangkat menjadi topik utama dalam forum Carbon Talk bersama Georgetown SFS Asia Pacific di Jakarta. Regulasi ini mempertegas kesiapan tata kelola nilai ekonomi karbon nasional yang ditargetkan pemerintah untuk beroperasi penuh pada 7 Juli 2026 mendatang.

“Pasal 6 dalam Permenhut 6/2026 membuka peluang besar bagi proyek perhutanan sosial untuk menjadi proyek yang layak investasi (investment-ready),” ungkap Bimo Soewadji, Co-Founder & CEO CarbonEthics.

Bimo menambahkan bahwa regulasi ini memberikan kepastian hukum bagi investor global sekaligus memberdayakan masyarakat lokal sebagai pelaku aktif atau aktor utama proyek, bukan lagi sekadar penerima manfaat pasif dari kegiatan ekonomi hijau.

Sebagai bentuk nyata implementasi dari ekosistem karbon berbasis perhutanan sosial, CarbonEthics saat ini tengah menggeber pengembangan proyek Pulang Pisau PRESERVE di Kalimantan Tengah.

Proyek restorasi dan perlindungan lahan gambut makro ini memiliki profil operasional yang kuat karena dirancang dengan masa pengelolaan berkelanjutan selama 40 tahun. Dalam jangka panjang tersebut, proyek ini ditargetkan mengelola lebih dari 21.000 hektar lahan gambut kritis melalui strategi inklusif yang melibatkan lebih dari 4.000 anggota komunitas lokal secara end-to-end sejak tahap perencanaan.

Dengan penempatan masyarakat sebagai aktor utama, proyek ini diproyeksikan mampu mereduksi emisi karbon rata-rata sebesar 900.000 ton CO₂e setiap tahunnya. Tidak hanya berkontribusi signifikan terhadap penurunan emisi, wilayah ini juga bertransformasi menjadi kawasan konservasi aman yang memberikan perlindungan penuh bagi 42 spesies flora dan fauna langka yang terancam punah.

“Komunitas Pulang Pisau bukan hanya penerima manfaat, tetapi aktor utama yang menjaga keberlanjutan ekosistem di lapangan setiap hari,” tegas Bimo.

Permenhut 6/2026 dinilai memberikan kepastian proses operasional karena memperkenalkan jalur birokrasi dan jangka waktu peninjauan yang lebih jelas untuk registrasi unit karbon melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) nasional. Pemerintah juga mewajibkan proyek karbon berbasis komunitas untuk menggandeng mitra terdaftar demi menjamin akuntabilitas serta perlindungan sosial (safeguards).

Ilham, Direktur Bina Usaha Pemanfaatan Hutan Kementerian Kehutanan, dalam forum tersebut juga mengingatkan bahwa kriteria additionality (dampak tambahan), keadilan pembagian manfaat (benefit-sharing), serta asas FPIC (Free, Prior, and Informed Consent) menjadi harga mati bagi komoditas karbon yang ingin menembus pasar internasional.

Sebagai langkah lanjutan, startup CarbonEthics melalui Carbon Policy Lab berkomitmen menyusun dokumen panduan praktisi (practitioner brief). Rekomendasi taktis tersebut akan diserahkan langsung kepada Kementerian Kehutanan dan Sekretariat Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon (Komrah NEK) guna mengawal penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan yang lebih ramah bagi pelaku usaha dan komunitas lokal.

 

STEVY WIDIA 

Tags: Bimo SoewadjiCarbonEthicsKementerian KehutananKredit Karbonpasar karbonPermenhut 6/2026Pulang Pisau PRESERVEStartup Karbon
Previous Post

EBITDA SCG Tumbuh 17% Menjadi Rp8,3 Triliun, Indonesia Jadi Penopang Utama di ASEAN

Next Post

Oxford Economics: Beban Regulasi Digital Tekan Inovasi dan Pendanaan Startup di Asia

Related Posts

Pasar Karbon ASEAN
Industry

RI dan ASEAN Percepat Pasar Karbon, Potensi Pendapatan Tembus US$3 Triliun

8 April 2026
0
CIIC 2026
Startup & Entrepreneurship

Siapkan Hadiah Rp15 Miliar, CIIC 2026 Fokus Cari Inovator Teknologi Iklim

8 April 2026
0
CarbonEthics Dorong Integritas Pasar Karbon dan Regulasi Kuat di APEC ABAC 2026
Startup & Entrepreneurship

CarbonEthics Dorong Integritas Pasar Karbon dan Regulasi Kuat di APEC ABAC 2026

26 Februari 2026
0
Load More
Next Post
Oxford Economics startup

Oxford Economics: Beban Regulasi Digital Tekan Inovasi dan Pendanaan Startup di Asia

Discussion about this post

Recent Updates

Oxford Economics startup

Oxford Economics: Beban Regulasi Digital Tekan Inovasi dan Pendanaan Startup di Asia

26 Mei 2026
Bimo - CarbonEtics

Permenhut 6/2026 Terbit, Startup CarbonEthics Siap Dorong Investasi Karbon Komunitas Lewat Proyek Pulang Pisau

26 Mei 2026
EBITDA SCG

EBITDA SCG Tumbuh 17% Menjadi Rp8,3 Triliun, Indonesia Jadi Penopang Utama di ASEAN

26 Mei 2026
Google for Startups Accelerator: Southeast Asia

Gandeng Komdigi, Google Cloud Luncurkan Akselerator Startup AI Regional Berhadiah Kredit Rp5,6 Miliar

26 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Oxford Economics startup

Oxford Economics: Beban Regulasi Digital Tekan Inovasi dan Pendanaan Startup di Asia

26 Mei 2026
Bimo - CarbonEtics

Permenhut 6/2026 Terbit, Startup CarbonEthics Siap Dorong Investasi Karbon Komunitas Lewat Proyek Pulang Pisau

26 Mei 2026
EBITDA SCG

EBITDA SCG Tumbuh 17% Menjadi Rp8,3 Triliun, Indonesia Jadi Penopang Utama di ASEAN

26 Mei 2026
Google for Startups Accelerator: Southeast Asia

Gandeng Komdigi, Google Cloud Luncurkan Akselerator Startup AI Regional Berhadiah Kredit Rp5,6 Miliar

26 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version