youngster.id - Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pertama di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, Bali. Langkah ini menandai babak baru pengelolaan sampah nasional yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Fasilitas PSEL Bali ini hadir sebagai solusi atas produksi sampah nasional yang menembus 140.000 ton per hari, sekaligus menjadi tulang punggung keberlangsungan sektor pariwisata di Pulau Dewata.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa proyek ini berjalan cepat dengan standar tata kelola tertinggi demi menjawab arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, masalah sampah adalah tantangan kita bersama yang harus diselesaikan secepat mungkin. PSEL hadir untuk mengatasi dampak sampah terhadap lingkungan hidup, kesehatan, dan keselamatan dengan menggunakan teknologi yang sudah terbukti,” ujar Rosan, dikutip Jum’at (10/7/2026).
Gunakan Teknologi Standar Eropa dan Ramah Lingkungan
PSEL Bali dirancang mengadopsi teknologi moving grate incinerator, sistem yang paling banyak diandalkan di dunia karena kesesuaiannya dengan karakteristik sampah perkotaan di Indonesia. Mengacu pada standar emisi ketat Eropa (European Industrial Emissions Directive / EU IED), fasilitas ini dilengkapi dengan Air Pollution Control System (APCS) berlapis untuk menyaring gas buang sebelum dilepaskan ke udara.
Proyek strategis ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi per ton sampah hingga 80% dibandingkan dengan metode pembuangan terbuka (open dumping) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain dampak ekologis, proyek ini juga menyerap hingga 1.200 lapangan kerja hijau (green jobs) selama masa konstruksi hingga tahap operasional.
Pada rangkaian peresmian yang sama, Danantara Indonesia turut menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero). Kontrak komersial ini memberikan kepastian penyerapan (offtake) daya listrik yang dihasilkan PSEL Bali ke dalam jaringan listrik PLN untuk jangka panjang.
Proyek Strategis Nasional yang Didukung Deregulasi Regulasi
Sejak diterbitkannya Perpres Nomor 109 Tahun 2025, DIM dan Denera bergerak cepat melakukan pematangan lahan dan membentuk Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) untuk tiga lokasi tahap pertama. Ketiga proyek awal tersebut kini telah resmi ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menariknya, arsitektur fisik PSEL Bali tetap mempertahankan identitas budaya lokal dengan mengusung filosofi Tri Hita Karana. Fasad bangunan dirancang menggunakan pola tenun tradisional dengan menara ikonik yang terinspirasi dari Menara Meru. Kompleks industri ini juga akan dilengkapi dengan Visitor Center serta jalur edukasi publik sebagai pusat riset lingkungan bagi masyarakat dan akademisi. (*AMBS)

















Discussion about this post