Molases Jadi Energi Alternatif Terbarukan

Tim Departemen Teknik Kimia ITS yakni Martiana Nugraeny, dan Tri Wahyuning Eka Purnama Sari. (Foto: its/youngster.id)

youngster.id - Menipisnya cadangan minyak bumi sebagai bahan energi, mendorong berbagai pihak berupaya mencari energi alternatif yang terbaru sebagai pengganti. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE), mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pun berinovasi dengan mengolah limbah tetes tebu (molases) menjadi energi alternatif terbaru.

Tim dari Departemen Teknik Kimia ITS ini yaitu Martiana Nugraeny, Tri Wahyuning Eka Purnama Sari, dan Chandra Adiwijaya. Mereka mengolah limbah molases dengan reaktor dual chamber Microbial Fuel Cells (MFCs) sistem resirkulasi kontinyu agar dapat menghasilkan energi.

Tri Wahyuning menjelaskan, pemanfaatan limbah molases di Indonesia masih sangat kurang. Ia mengatakan, tiap hektare lahan tebu mampu menghasilkan molases sebanyak 10 – 15 ton. Limbah yang berasal dari olahan tebu ini memiliki kandungan selulosa yang tinggi.
“Selulosa merupakan sumber biomassa terbarukan,” ungkapnya dilansir Humas ITS Kamis (26/7/2018).

Mahasiswi asal Bojonegoro ini menjelaskan pula perihal bahaya limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) seperti krom. Logam berat krom sering dijumpai di lingkungan akibat penggunaan bahan kimia di industri. “Krom merupakan limbah B3 dengan daya racun tinggi yang dapat membahayakan kesehatan manusia,” terang mahasiswi yang biasa disapa Tri ini.

Baca juga :   Kioson Raih Penghargaan The Most Distruptive Startup of The Year 2017

Melihat kedua masalah yang ada, Tri dan rekan-rekannya menawarkan sebuah inovasi ide MFCs sistem resirkulasi kontinyu sebagai solusi. “MFCs merupakan fuel cell berbasis biologi yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik dengan bantuan reaksi katalitik mikroorganisme,” papar Tri lagi.

Teknologi yang digunakan ini, menurut Tri, memanfaatkan limbah molases dan limbah logam berat sebagai sumber energi alternatif. MFCs ini terdiri dari dua tabung pengembang (chamber) yaitu anoda dan katoda. Dalam chamber anoda, diisi dengan limbah molases dan bakteri. “Sedangkan pada chamber katoda diisi dengan limbah logam berat Cr6+,” imbuh mahasiswi murah senyum ini.

Ia menjelaskan, metabolisme yang terjadi pada chamber anoda akan menghasilkan listrik. “Selain menghasilkan listrik, MFCs ini juga dapat mereduksi limbah logam Cr (VI) serta mengurangi nilai BOD (Biochemical Oxygen Demand, red) pada limbah molases,” pungkas Tri.

FAHRUL ANWAR