Omah Lestari : Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal

Cindy Diah Ayu Fitriana (Agroekoteknologi 2015 jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan) dan Achmad Roekhan (Agroekoteknologi 2017). raih medali emas pada Young Innovators Summit (IYIS) 2018. (Foto: UB/youngster.id)

youngster.id - Mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Universitas Brawijaya Malang menghadirkan program Omah lestari. Ini adalah inovasi pemberdayaan masyarakat di Kawasan UB Forest dalam upaya mengurangi permasalahan kemiskinan dunia yang berbasis kearifan lokal Indonesia.

Inovasi ini berhasil mendapatkan medali emas dalam kategori The Most Impactfull Innovation dan Special Award dalam ajang International Young Innovators Summit (IYIS) 2018.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Cindy Diah Ayu Fitriana (Agroekoteknologi 2015 jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan) dan Achmad Roekhan (Agroekoteknologi 2017). Keduanya mengusung konspe pemberdayaan masyarakat di Kawasan UB Forest dalam upaya mengurangi permasalahan kemiskinan dunia yang berbasis kearifan lokal Indonesia. Judul yang diusung dalam kompetisi ini yaitu Omah Lestari Empowerment of Village community in the area of Brawijaya University’s Forest based on PANCASILA as a local wisdom to realize SDG’s 2030.

Cindy mengatakan, Omah Lestari merupakan sebuah konsep rumah dengan memanfaatkan keanekaragaman serangga hutan sebagai kerajinan tangan dan budidaya lebah madu hutan.

Baca juga :   Susun Rencana Liburan dengan Fitur Terbaru Skyscanner

“Budidaya lebah madu hutan Trigona sp di kawasan UB Forest berpotensi untuk melejitkan perekonomian desa. Hal ini dikarenakan, salah satu sumber nektar lebah Trigona sp ialah nektar bunga kopi yang ketersediaannya berlimpah di kawasan UB Forest,”ujarnya yang dikutip dari laman UB, Kamis (18/10/2018)

Menurut Cindy keanekaragaman arthropoda yang berlimpah di kawasan UB Forest membuka peluang usaha dalam menambah pemasukan masyarakat desa.

“Kerajinan tangan dengan memanfaatkan serangga hutan dari keluarga Coleoptera dan Heminoptera menjadi trend baru dalam pasar domestik maupun international. Sehingga, serangga terbaik akan dipilih dan diperbanyak untuk proses pinning serangga menjadi suatu kerajinan khas Indonesia yang mencerminkan kekayaan hayati yang tinggi,” ucapnya.

Ajang International Young Innovators Summit (IYIS) 2018 diselenggarakan di Tokyo International Exchange Center, Jepang selama empat hari (8/10-11/10/2018). Acara ini diikuti 50 delegasi terpilih dari seluruh negara untuk memperebutkan sepuluh Gold medal pada lima kategori yang meliputi; The most impactful innovation, Best solution, Best Idea Innovation, Most creative innovation dan The most outstanding innovation.

Baca juga :   Endeavour Mewakili Indonesia di Ajang Point Blank World Challenge 2017

Perwakilan dari Indonesia sebanyak 11 delegasi. Mereka terdiri dari empat tim dari UB, dua tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), tiga tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB), satu dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan satu dari Universitas Indonesia (UI) serta 39 dari mahasiswa dari Negara lain.

STEVY WIDIA

Sebanyak 50 delegasi terpilih