Rabu, 6 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Innovation

Rompi Berbasis IoT Ini Bisa Deteksi Serangan Jantung Koroner

17 Mei 2022
in Headline, Innovation
Reading Time: 2 mins read
Tim FTEIC ITS

Tim FTEIC ITS pengembang rompi untuk deteksi serangan jantung. (Foto: istimewa/its)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, penyakit jantung koroner (ischaemic heart disease) merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia. Kondisi ini mendorong tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan rompi pendeteksi serangan jantung koroner sebagai pertolongan cepat tanggap bagi penderitanya.

Tim mahasiswa dari Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS ini berinovasi berupa rompi berbasis Internet of Things (IoT) dan deep learning yang terhubung dengan aplikasi berbasis ponsel cerdas. Rompi tersebut diproyeksikan bekerja meniru proses kerja otak manusia.

Salah seorang anggota tim, Dwisainstia Aponno mengungkapkan, ide ini lahir dari pengamatan mereka atas fakta bahwa penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia.

“Sehingga kami melihat adanya kesempatan untuk membuat alat yang dapat digunakan dan akurat dalam mendeteksi serangan jantung,” ungkap mahasiswi yang akrab disapa Enzy ini, yang dilansir laman its.

Baca juga :   Dorong Pertumbuhan Pelaku Kreatif, Bekraf Gandeng Perbankan Syariah

Selain Enzy, tim ini juga digawangi Muhammad Cendekia Airlangga, Brilliant Rizqi Haqiqi, Renaka Agusta, dan Izzah Awwalin Khoirun Nisa.

Mengenai mekanisme kerjanya, Enzy menjelaskan, pengguna akan diberi peringatan melalui telepon seluler (ponsel) pintar untuk segera melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila terdeteksi adanya indikasi serangan jantung. Pada saat yang bersamaan, kondisi serta lokasi pengguna juga akan dikirimkan ke tenaga medis terdekat, sehingga pertolongan pertama dapat dilakukan secara ringkas dan tepat.

Dengan tetap memperhatikan aspek kenyamanan pengguna, rompi tersebut dirancang dengan beberapa pertimbangan khusus. Bahan dasar rompi sendiri menggunakan kain katun dengan berbagai komponen elektronik disematkan pada saku di bagian depan rompi. Kemudian terdapat lubang pada beberapa sisi sebagai jalur elektroda tempel dan kabel.

Baca juga :   Pintek Dan Marketplace INTI Bantu Permodalan UKM SIPLah

“Perancangan ini memudahkan tata letak komponen secara fleksibel yang tidak mengganggu aktivitas pengguna,” kata Enzy lagi.

Dalam proses pembuatannya, tim melakukan pembagian kerja berdasarkan subsistem alat untuk memastikan keseluruhan sistem dapat bekerja dengan baik. Subsistem yang dibentuk berupa pembacaan sensor dan pembacaan pengguna.

“Setiap anggota merakit komponen sesuai bagian masing-masing dan mengintegrasikan dengan jasa kurir dalam mengirim seluruh komponen,” terang Enzy.

Proses tersebut kemudian berlanjut dengan pembuatan aplikasi pada ponsel pintar, memberi label pada data, serta melatih kecerdasan buatan yang dilakukan bersama-sama oleh tim secara daring. Untuk memastikan performa dari algoritma deep learning dalam klasifikasi masukan sinyal jantung, Enzy dan tim melakukan pengujian kepada pengguna dengan berbagai kondisi aktivitas seperti duduk, berjalan, dan berlari.

Baca juga :   PA-Box Inovasi Pengurai Racun Kerang dari ITS

Dari hasil pengujian, rompi detektor serangan jantung tersebut mampu beroperasi dengan akurasi klasifikasi sebesar 90 persen dan memberikan hasil pembacaan yang baik ketika digunakan saat istirahat ataupun beraktivitas. “Sehingga keseluruhan sistem mampu mendukung pertolongan cepat tanggap melalui integrasi antara rompi dengan aplikasi,” tutur mahasiswa angkatan 2018 tersebut.

Karya tersebut telah mendapat medali emas pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2021 lalu. Ke depannya, rompi detektor serangan jantung ini masih dapat dikembangkan lagi melalui modifikasi bagian komponen elektroniknya, sehingga rompi akan mengonsumsi daya yang lebih kecil.

 

STEVY WIDIA

Tags: Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITSInstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)Internet of Things (IoT)mahasiswarompi pendeteksi serangan jantung koroner
Previous Post

Prilly Latuconsina, Lakukan Banyak Hal Baru dan Terus Belajar

Next Post

Jarvis 2022 Targetkan Jaring 3.877 Mahasiswa Baru Pendidikan Vokasi

Related Posts

SCG Sharing the Dream
Industry

Dukung Indonesia Emas 2045, SCG Buka Pendaftaran Beasiswa Sharing the Dream 2026 untuk 412 Pelajar

4 Mei 2026
0
Beasiswa Amartha 2026
Industry

Peringati Hardiknas, Amartha Buka Beasiswa 2026 untuk 335 Pelajar dan Mahasiswa

2 Mei 2026
0
Tim Barunastra - Roboboat 2026
Innovation

Tim Barunastra ITS Jadi Juara Dunia Kompetisi RoboBoat 2026

4 Maret 2026
0
Load More
Next Post
huawei-ULearning

Jarvis 2022 Targetkan Jaring 3.877 Mahasiswa Baru Pendidikan Vokasi

teknologi metaverse

Generasi Z Berminat Mengadopsi Dunia Metaverse

startup

Sinar Mas Land Berikan Pendanaan Tahap Awal Bagi Startup Bidang Tata Kota

Discussion about this post

Recent Updates

Pembiayaan BNPL dan Pinjol

Pembiayaan BNPL Melesat 55,8% dan Pinjol Tembus Rp101 Triliun

6 Mei 2026
Danantara Akuisisi Saham GoTo

Danantara Resmi Akuisisi Saham GoTo, Pemerintah Targetkan Pangkas Komisi Platform Jadi 8%

6 Mei 2026
Visa

Visa Destinations Ekspansi ke Asia Pasifik, Thailand Jadi Pasar Pertama Sebelum Singapura

6 Mei 2026
Accelerating Asia Ventures

Strategi Menang di Pasar yang Bergejolak: Mengapa Investasi Tahap Awal Tetap Menjadi Primadona VC

6 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Pembiayaan BNPL dan Pinjol

Pembiayaan BNPL Melesat 55,8% dan Pinjol Tembus Rp101 Triliun

6 Mei 2026
Danantara Akuisisi Saham GoTo

Danantara Resmi Akuisisi Saham GoTo, Pemerintah Targetkan Pangkas Komisi Platform Jadi 8%

6 Mei 2026
Visa

Visa Destinations Ekspansi ke Asia Pasifik, Thailand Jadi Pasar Pertama Sebelum Singapura

6 Mei 2026
Accelerating Asia Ventures

Strategi Menang di Pasar yang Bergejolak: Mengapa Investasi Tahap Awal Tetap Menjadi Primadona VC

6 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version