Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin Berbasis Piezoelektrik

M. Farid Maulana, Almas Rizki Utiningtyas, dan Indah Setiani. (Foto: Istimewa)

youngster.id - Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro menjadi tuan rumah Lomba Energi Terbarukan OLIVIA 2019. Di ajang kompetisi ini tampil sebagai juara adalah inovasi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin Berbasis Piezoelektrik pada pita dawai karya tiga mahasiwa DIII Instrumentasi dan Elektronika Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Semarang.

Ketiga mahasiwa adalah M. Farid Maulana, Almas Rizki Utiningtyas, dan Indah Setiani. Mereka mengatakan, inovasi ini sebagai alternatif dari adanya PLTB yang dalam pengaplikasiannya membutuhkan sebuah lahan yang luas, biaya yang besar, serta harus memiliki sumber angin yang sangat kuat.

“Untuk membangkitkan PLTB kita harus menyediakan lahan luas untuk kincir anginnya serta kekuatan angin yang dibutuhkanpun harus besar untuk mampu memutarkan kincir angin agar mendapat daya listrik yang tinggi. Dengan menggunakan konsep menempelkan beban pada pita. Beban yang ditempelkan pada pita akan berosilasi apabila pita di tiup oleh angin, sehingga beban yang berosilasi didekatkan dengan piezoelektrik yang dipasang di samping beban. dan Interaksi antara beban dengan piezoelektrik akan menghasilkan energi listrik,” papar Farid yang dilansir laman Undip Jumat (15/11/2019).

Baca juga :   Shell Dukung Perkembangan Otomotif Terkini

Farid menjelaskan,inovasi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin Berbasis Piezoelektrik Spektakuler menggunakan pita dawai, dengan membuat generator windbelt berbasis Piezoelektrik dengan konsep GGL Induksi.

Dia berharap dengan adanya alat ini bisa mendapat nilai optimasi fungsi dari generator windbelt sendiri dan bisa menjadi alat alternatif dalam menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan dikarenakan tidak menimbulkan polusi akibat proses perubahan energi. Tanpa harus memikirkan lahan besar dan kekuatan angin besar yang harus disediakan dan diharapkan dalam perancangan alat ini sebagai penelitian kedepan untuk penghasil listrik minimum, sebagai pengganti sistem pengecasan pada telepon genggam.


FAHRUL ANWAR