Solusi Smart Febrile Patch Mahasiswa UPH Juara 1 PILMAPRES LLDIKTI III 2026

Tiffney - UPH

Solusi Smart Febrile Patch Mahasiswa UPH Juara 1 PILMAPRES LLDIKTI III 2026 (Foto: Istimewa/UPH)

youngster.id - Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2023, Tiffney Tyara Setyoko, berhasil menyabet gelar Juara Terbaik 1 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Tingkat Wilayah LLDIKTI III tahun 2026. Kemenangan ini didorong oleh gagasan kreatif berupa teknologi sensor wearable yang revolusioner untuk deteksi dini penyakit infeksi.

Keberhasilan Tiffney dalam kompetisi yang berlangsung pada 29–30 April 2026 di Universitas Pertamina ini mengantarkannya sebagai delegasi resmi LLDIKTI Wilayah III menuju kompetisi tingkat nasional. Inovasi yang diusungnya dinilai sebagai jawaban atas tingginya angka keterlambatan penanganan medis akibat kurangnya parameter objektif saat seseorang mengalami demam.

Gagasan utama yang membawa Tiffney ke podium juara adalah pengembangan Smart Febrile Patch. Teknologi ini merupakan sensor wearable non-invasif berbasis keringat yang dirancang untuk memantau kondisi fisiologis pasien secara real-time. Berbeda dengan termometer biasa, perangkat ini bekerja secara holistik dengan mengukur tiga biomarker sekaligus, yaitu suhu tubuh, pH keringat, dan kadar laktat.

Patch ini mengukur tiga biomarker utama, yaitu suhu tubuh, pH keringat, dan kadar laktat. Ketiganya dapat menjadi indikator penting untuk melihat respons inflamasi, stabilitas fisiologis tubuh, hingga tanda awal kondisi kritis seperti hipoperfusi jaringan,” jelas Tiffney, dikutip Sabtu (2/5/2026).

Penggabungan ketiga biomarker tersebut berfungsi sebagai sistem skrining dini untuk menilai tingkat keparahan penyakit infeksi berbasis demam, khususnya di wilayah dengan risiko infeksi tinggi seperti Kabupaten Tangerang. Melalui data yang dihasilkan oleh patch ini, masyarakat dapat menentukan secara mandiri apakah kondisi mereka masih dalam batas aman atau sudah memerlukan tindakan medis darurat guna mencegah risiko syok akibat keterlambatan penanganan.

Selain aspek deteksi, solusi Smart Febrile Patch bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan swamedikasi yang tidak tepat. Dengan adanya parameter objektif mengenai stabilitas fisiologis dan respons inflamasi tubuh, penggunaan antibiotik secara tidak rasional dapat dikurangi secara signifikan. Inovasi ini secara langsung mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 mengenai kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Tiffney mengungkapkan bahwa inspirasi idenya berawal dari keprihatinan terhadap data kasus infeksi di wilayah Tigaraksa dan Sodong pada pertengahan 2025. Ia berharap teknologi berbasis keringat ini dapat menjadi alat skrining mandiri yang mudah dijangkau namun memiliki akurasi tinggi dalam memantau tanda-tanda awal kondisi kritis seperti hipoperfusi jaringan.

Pimpinan UPH melalui Associate Vice President Student Development, Dr. Andry M. Panjaitan, menyatakan kebanggaannya atas capaian ini. Prestasi Tiffney dianggap sebagai bukti nyata kualitas pendidikan kedokteran di UPH yang mampu menghasilkan talenta inovatif dengan pemikiran kritis yang relevan terhadap tantangan kesehatan di akar rumput.

“Keberhasilan dalam ajang PILMAPRES Tingkat Wilayah LLDIKTI 3 ini mencerminkan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter yang konsisten dilakukan di UPH,” ucap Andry.

Saat ini, Tiffney tengah melakukan persiapan intensif untuk membawa gagasan Smart Febrile Patch tersebut ke panggung PILMAPRES tingkat nasional.

 

STEVY WIDIA 

Exit mobile version