17 Inisiatif Digital Indonesia Masuk Kompetisi PBB

Direktur Eksekutif ICT Watch Indonesia, Donny B.U. menerima penghargaan WSIS 2016 dari Sekretaris Jenderal ITU PBB, Houlin Zhao. (Foto: Kemenlu/Youngsters.id)

youngster.id - Lembaga Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) kembali menggelar kompetisi World Summit on the Information Society atau WSIS 2018. Pada ajang ini ada 17 inisiatif digital dari Indonesia yang lolos seleksi.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijan Pangerapan mengatakan, masuknya sejumlah inisiatif diharapkan bisa memicu kepercayaan diri juga dorongan untuk mengimplementasikan inisiatif tersebut. Tahun ini, dia berharap agar seluruh nominator bisa memenangkan kompetisi sehingga bisa bermanfaat bagi para pengguna di Indonesia.

“Ada 17 yang masuk tahun ini. Tahun lalu yang masuk 18, satu yang juara. Tentu yang masuk kali pun ini diharapkan bisa juara,” kata Samuel dalam siaran pers baru-baru ini.

Adapun, 17 inisiatif digital yang masuk mewakili delapan kategori. Pertama, peran pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam promosi komunikasi dan telekomunikasi bagi pembangunan dengan dua inisiatif yang masuk yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada melalui cfds.fisipol.ugm.ac.id juga gerakan nasional pada literasi digital melalui #Siberkreasi.

Baca juga :   e-Commerce Dorong UKM Naik Kelas

Kedua, kategori infrastruktur informasi dan komunikasi: organisasi penting bagi masyarakat informasi. Terdapat dua inisiatif yang masuk dalam kategori ini yaitu BTS bagi wilayah terpencil Indonesia melalui bp3ti.kominfo.go.id/infrastructure dan akses internet broadband Indonesia oleh kominfo.go.id/content/all/pp_broadband).

Ketiga, akses informasi dan pengetahuan yakni pusat penberdayaan informatika dan pedesaan, Pemalang melalui puspindes.id juga PetaBencana.id.

Keempat, dalam kategori pengembangan kapasitas terdapat dua inisiatif lokal yang mewakili yaitu relawan TIK di sekolah-sekolah melalui regos.web.id dan internet smart, creative, productive atau incakap.id.

Kelima, kategori aplikasi di bidang kesehatan diwakili tiga inisiatif digital yakni sistem laporan untuk melacak penyakit malaria melalui malariacenter.or.id, platform medup.id, dan qiwii.id.

Keenam, aplikasi di bidang ketenagakerjaan yaitu kerjabilitas.com yang merupakan portal penghubung antara perusahaan dengan difabel pencari kerja. Ketujuh, di bidang agrikultur lisa.id. Terakhir, di bidang media terdapat empat inisiatif yakni jrki.co.id, indonesiabaik.id, selasar.com dan tambo.co.id.

Saat ini, 17 inisiatif berlomba dengan 463 inisiatif secara global untuk mendapat dukungan. Lima dukungan terbanyak akan dikurasi oleh pakar PBB hingga akhirnya mendapat pemenang.

Baca juga :   UKM Perlu Mendukung Ekosistem Digital

Dukungan dikumpulkan melalui situs http://s.id/pilihindonesia hingga 18 Februari 2018.

STEVY WIDIA