Senin, 12 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News ANALYZE

80% Pengembang Indonesia Percaya Agen AI Dorong Efisiensi dan Produktivitas

6 Mei 2025
in ANALYZE
Reading Time: 2 mins read
salesforce AI

Pengembang AI. (Foto; ilustrasi/salesforce)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Meski pengembang seringkali khawatir terhadap perkembangan Artificial Intelligence (AI) namun mereka antusiasme terkait pergeseran menuju agen AI. Hasil survei State of IT terbaru dari Salesforce mengungkapkan, 80% pengembang di Indonesia percaya bahwa agen AI dapat mempercepat pengembangan aplikasi dan mendorong efisiensi serta produktivitas.

Vice President & Chief Technology Officer, Solutions, ASEAN Salesforce Gavin Barfield mengatakan, dinamika dan inovasi dalam ekosistem pengembang di Indonesia tidak dapat dimungkiri, dan Salesforce berkomitmen penuh terhadap pemberdayaan pengembang lokal dengan solusi-solusi seperti Agentforce yang memampukan mereka untuk membuat aplikasi secara cepat serta efisien.

“Meskipun masih ada kebutuhan pembaruan infrastruktur dan pengembangan kecakapan yang perlu dijawab guna dapat memanfaatkan teknologi agentic sepenuhnya, para pengembang lokal memiliki antusiasme serta pemikiran berorientasi masa depan yang terus mendorong inovasi,” ucap Gavin dikutip Selasa (6/5/2025).

Baca juga :   Tren Kapitalisasi Generatif AI Meningkat, Perlu Strategi Nasional Agar Indonesia Tidak Tertinggal

Menurut dia, survei ini meliputi lebih dari 2.000 pemimpin pengembangan software, termasuk 75 personil dari Indonesia. Hasilnya, 4 dari 5 narasumber di Indonesia percaya bahwa agen AI akan sama pentingnya terhadap pengembangan aplikasi seperti tools konvensional.

Para responden percaya bahwa tools seperti ini akan mendemokratisasi dan meningkatkan pengembangan AI. Apalagi Indonesia diperkirakan yang masih membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital. Karena agen AI diperlengkapi dengan low-code dan no-code tools (yakni membutuhkan proses coding minim atau bahkan tidak sama sekali), pengembang dengan berbagai tingkat kecakapan dapat membangun dan meluncurkan agen mereka sendiri dengan mudah.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa 71% pengembang di Indonesia yang tengah memanfaatkan AI, kini menggunakan low-code/no-code tools. Selain itu, 84% pengembang di Indonesia mengatakan low-code/no-code tools dapat menyamaratakan pengembangan AI. Sedang, 87% pengembang di Indonesia mengatakan penggunaan low-code/no-code tools untuk pengembangan aplikasi dapat meningkatkan skala pengembangan AI.

Baca juga :   Merencanakan Masa Depan Regulasi Konten Daring

Pengembang juga mengatakan bahwa infrastruktur teranyar, kapabilitas pengujian yang lebih banyak, serta ketersediaan peluang untuk pelatihan kecakapan menjadi beberapa faktor terpenting untuk mengembangkan dan meluncurkan agen AI.

Untuk kebutuhan infrastruktur, kebanyakan pengembang di Indonesia (83%) meyakini bahwa organisasi tempat mereka bekerja perlu memperbarui infrastrukturnya guna mengembangkan dan meluncurkan agen AI.

Sementara itu, hampir separuh (47%) pengembang di Indonesia mengatakan kualitas sekaligus akurasi data yang mereka miliki tidak memadai guna mengembangkan dan mengimplementasikan agentic AI

 Hampir separuh (48%) pengembang di Indonesia juga mengatakan proses pengujiannya tidak sepenuhnya siap untuk mengembangkan dan meluncurkan agen AI. Bahkan, lebih dari 90% pengembang di Indonesia percaya bahwa pengetahuan AI akan segera menjadi pengetahuan mendasar yang dibutuhkan untuk pekerjaannya, tetapi lebih dari separuh (57%) tidak yakin kecakapannya sudah siap membawa mereka untuk menyongsong era agentic AI.

Data ini bersumber dari segmen “pemimpin industri pengembangan software” dari survei anonim yang meliputi pengambil keputusan di bidang teknologi informasi (IT) dan diselenggarakan dari 3 Desember 2024 hingga 3 Februari 2025. Responden dari kawasan Asia Pasifik diwakili oleh Australia, India, Indonesia, Jepang, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, dan Thailand.

Baca juga :   Content Marketing 101, Ini Panduan Suksesnya

 

 

STEVY WIDIA

Tags: Agen AISalesforce
Previous Post

Tips Bagi Gen Z Jadi Game Changer di Dunia Kerja yang Kompetitif

Next Post

Program WIO Memberdayakan Peran Perempuan di Sektor Pertambangan

Related Posts

Percepat Transformasi Digital, Salesforce Hadirkan Agentforce Berbahasa Indonesia
VARIOUS

Percepat Transformasi Digital, Salesforce Hadirkan Agentforce Berbahasa Indonesia

5 Desember 2025
0
Lazada Hadirkan Beragam Fitur Berbasis AI dan Panduan untuk Bantu Penjual Maksimalkan Bisnis
ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Lazada Kerahkan Lima Agen AI Jelang Festival Belanja 11.11

31 Oktober 2025
0
5 Tren Teknologi Yang Berpengaruh Pada Industri Perbankan dan Jasa Keuangan di Indonesia
VARIOUS

Salesforce Persingkat Sistem Pengaduan Jadi Layanan Percakapan Instan

13 Oktober 2025
0
Load More
Next Post
program WOI

Program WIO Memberdayakan Peran Perempuan di Sektor Pertambangan

Agritech KOLTIVA

Agritech KOLTIVA Sediakan Solusi Digital Terintegrasi bagi SOCFIN Group

DailyCo x Waku

Bidik Pasar Katering Institusional, DailyCo Akuisisi Waku

Discussion about this post

Recent Updates

aplikasi Agoda

Agoda Luncurkan Booking Form Bot Berbasis AI untuk Permudah Proses Pemesanan

12 Januari 2026
aplikasi Travoy

Jelang Lebaran 2026, Jasa Marga Luncurkan Aplikasi Travoy Versi Terbaru

12 Januari 2026
English 1

English 1 Gelar Kompetisi Nasional Spelling Bee ke-18, Diikuti 1.300 Finalis dari 58 Kota

12 Januari 2026
Kampus Harus Jadi Garda Terdepan Cetak Talenta Digital

Jaga Ruang Digital Beretika, Pemerintah Blokir Aplikasi Grok

12 Januari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
aplikasi Agoda

Agoda Luncurkan Booking Form Bot Berbasis AI untuk Permudah Proses Pemesanan

12 Januari 2026
aplikasi Travoy

Jelang Lebaran 2026, Jasa Marga Luncurkan Aplikasi Travoy Versi Terbaru

12 Januari 2026
English 1

English 1 Gelar Kompetisi Nasional Spelling Bee ke-18, Diikuti 1.300 Finalis dari 58 Kota

12 Januari 2026
Kampus Harus Jadi Garda Terdepan Cetak Talenta Digital

Jaga Ruang Digital Beretika, Pemerintah Blokir Aplikasi Grok

12 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version