youngster.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada November 2025 menunjukkan tren penguatan secara bulanan. TPK hotel klasifikasi bintang pada November 2025 tercatat sebesar 53,89%. Angka ini meningkat 1,05 persen poin dibandingkan Oktober 2025, menandakan adanya perbaikan permintaan kamar hotel dalam jangka pendek.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa dinamika pergerakan TPK mencerminkan pemulihan aktivitas perjalanan dan penyelenggaraan berbagai agenda daerah.
TPK hotel klasifikasi bintang pada November 2025 tercatat sebesar 53,89%. Angka ini meningkat 1,05% poin dibandingkan Oktober 2025, menandakan adanya perbaikan permintaan kamar hotel dalam jangka pendek.
“TPK Hotel Klasifikasi Bintang pada November 2025 mencapai 53,89% atau mengalami peningkatan secara bulanan sebesar 1,05% poin,” kata Pudji dalam keterangannya dikutip Selasa (6/1/2026).
Namun demikian, BPS mengungkapkan, secara tahunan TPK masih mengalami penurunan sebesar 1,07% poin. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat hunian belum sepenuhnya pulih jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pudji menilai fluktuasi tersebut dipengaruhi oleh pola musiman serta variasi aktivitas ekonomi dan pariwisata di masing-masing daerah. Ia menegaskan bahwa tren bulanan yang membaik menjadi sinyal positif bagi industri perhotelan.
Jika dibandingkan antara Oktober dan November 2025, mayoritas provinsi mengalami kenaikan TPK hotel bintang. Meski begitu, terdapat 10 provinsi yang mencatatkan penurunan tingkat hunian pada periode yang sama.
“Perbandingan TPK Hotel Bintang untuk bulan Oktober dan November 2025. Sebagian besar provinsi mengalami peningkatan TPK Hotel Bintang pada November 2025 dibandingkan dengan Oktober 2025. Sedangkan 10 provinsi mengalami penurunan,” ungkapnya.
Provinsi Sulawesi Barat menjadi daerah dengan peningkatan TPK bulanan tertinggi, yakni melonjak sebesar 12,10% poin. Lonjakan ini menunjukkan adanya dorongan signifikan dari aktivitas lokal yang mampu meningkatkan kinerja sektor perhotelan di wilayah tersebut.
Secara regional, TPK hotel bintang tertinggi pada November 2025 tercatat di Provinsi Papua Selatan dengan capaian 63,31%. Tingginya okupansi ini antara lain didorong oleh penyelenggaraan pekan olahraga provinsi yang meningkatkan mobilitas dan kunjungan ke wilayah tersebut.
STEVY WIDIA
