Kamis, 19 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News ANALYZE

Pemimpin Keamanan TI di Indonesia Optimis Agentic AI Atasi Tantangan Keamanan

17 Juni 2025
in ANALYZE
Reading Time: 2 mins read
tren teknologi

Regional Director Salesforce Indonesia Bunga Sugiarto. (Foto: stevywidia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Para profesional di bidang keamanan Teknologi Informasi (TI) maupun penjahat siber saat ini semakin mengandalkan AI dalam strategi mereka. Data State of IT terbaru dari Salesforce menunjukkan optimisme yang kuat terhadap agen AI, dengan 100% pemimpin keamanan cyber mengidentifikasi setidaknya satu tantangan keamanan yang dapat ditingkatkan dengan agen AI.

Seiring dengan percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya ancaman siber, sekitar 8 dari 10 (82%) pemimpin bidang keamanan TI di Indonesia menyadari perlunya transformasi praktik keamanan mereka—sebuah tren yang terjadi secara global. Namun, meskipun penuh harapan, survei terhadap lebih dari 150 pemimpin TI di Indonesia, menyoroti tantangan besar dalam hal implementasi.

Hampir 1 dari 3 organisasi (29%) mengkhawatirkan fondasi data mereka belum siap untuk memaksimalkan agentic AI, dan lebih dari setengah (57%) tidak sepenuhnya yakin memiliki pengamanan (guardrail) yang memadai untuk menerapkan agen AI.

Baca juga :   Program Keberlanjutan Hitachi Vantara Mulai Menampakkan Hasil

“Organisasi hanya bisa mempercayai agen AI sejauh mereka yakin bahwa data mereka dapat diandalkan. Dengan 49% pemimpin keamanan TI di Indonesia mengatakan bahwa pelanggan masih ragu mengadopsi AI karena masalah keamanan dan privasi, jelas bahwa pengelolaan data yang kuat bukan lagi pilihan, tapi keharusan,” kata Gavin Barfield, Vice President & Chief Technology Officer, Solutions, ASEAN, Salesforce dikutip Selasa (17/6/2025).

Gavin memaparkan, ancaman siber berbasis AI berkembang cepat, dan 71% pemimpin TI Indonesia khawatir ancaman ini akan segera menaklukkan sistem perlindungan tradisional. Selain serangan yang sudah umum seperti peretasan keamanan cloud, malware, dan phishing, mereka kini semakin waspada terhadap data poisoning. Dalam metode baru tersebut, penjahat siber merusak data yang digunakan untuk melatih AI, sehingga menghasilkan keputusan yang tidak akurat atau berbahaya.

“Tim keamanan TI yang menerapkan tata kelola data yang kuat akan lebih siap memanfaatkan agen AI dalam operasional keamanan sekaligus memastikan perlindungan data dan kepatuhan tetap terjaga,” ujarnya.

Baca juga :   Memahami Perilaku e-Shopaholics di Indonesia

Selain itu, riset terbaru menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen terhadap perusahaan menurun drastis. Sebanyak 60% responden mengatakan bahwa perkembangan AI membuat kredibilitas bisnis semakin krusial. Selain itu, hanya 42% konsumen percaya perusahaan akan menggunakan AI secara etis, turun dari 58% pada 2023.

Seiring semakin banyak perusahaan mengadopsi AI agentic, tata kelola data menjadi semakin penting. Meski 71% pemimpin TI Indonesia mengklaim memiliki data berkualitas, hanya 57% yang yakin agen AI mereka beroperasi dengan izin dan protokol yang benar, dan hanya 43% percaya bahwa sistem pengamanan mereka sudah memadai.

Menurut Gavin, pentingnya tata kelola data semakin meningkat setelah diterapkannya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) Indonesia. Regulasi ini mewajibkan organisasi untuk memperoleh izin eksplisit dari pengguna sebelum memproses data, menunjuk petugas perlindungan data, segera melaporkan pelanggaran, serta memenuhi ketentuan ketat dalam transfer data lintas negara. Bagi perusahaan, ini berarti mereka harus menyesuaikan sistem internal, kebijakan, dan praktik penggunaan AI agar terhindar dari risiko hukum dan reputasi.

“Tata kelola data harus menjadi prioritas bagi perusahaan yang ingin menerapkan AI secara bertanggung jawab di tengah lingkungan regulasi yang semakin kompleks,” ujarnya.

Baca juga :   Pengetahuan Keamanan Cyber Indonesia Mengkhawatirkan

Menurut riset State of IT, lebih dari 51% tim keamanan TI di Indonesia sudah menggunakan agen AI dalam pekerjaan sehari-hari. Jumlah ini diperkirakan akan lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun ke depan. Para pemimpin keamanan TI melihat berbagai manfaat dari peningkatan penggunaan agen AI, mulai dari deteksi ancaman hingga audit canggih terhadap kinerja model AI. Sebanyak 84% mengharapkan penggunaan agen AI dalam dua tahun ke depan.

 

 

STEVY WIDIA

Tags: Agentic AIkeamanan cyberSalesforceteknologi informasi (TI)
Previous Post

Creators Lab, Bekali Mahasiswa Strategi Pemasarn Digital dan Afiliasi

Next Post

Wisatawan Indonesia Tak Sadar Rugi Hingga Rp900 Ribu Saat Liburan

Related Posts

Percepat Transformasi Digital, Salesforce Hadirkan Agentforce Berbahasa Indonesia
AI & CYBER

AI Diperkirakan Dapat Menyelesaikan Sebagian Besar Kasus Layanan Pelanggan di Indonesia Pada 2027

23 Januari 2026
0
Percepat Transformasi Digital, Salesforce Hadirkan Agentforce Berbahasa Indonesia
BIZTECH

Percepat Transformasi Digital, Salesforce Hadirkan Agentforce Berbahasa Indonesia

5 Desember 2025
0
Tsunami teknologi
ANALYZE

Tsunami Teknologi 2026: Ketika AI, Kuantum, dan Web 4.0 Bertabrakan

14 November 2025
0
Load More
Next Post
wisatawan Indonesia

Wisatawan Indonesia Tak Sadar Rugi Hingga Rp900 Ribu Saat Liburan

Amar Bank

Tertinggi Sejak Awal Beroperasi, Amar Bank Bukukan Laba Rp67,5 Miliar Pada Kuarta I 2025

Bank Luna

Laba Tumbuh 62,64%, Bank Luna Akan Lakukan Transformasi Teknologi

Discussion about this post

Recent Updates

Ericsson x Mastercard

Ericsson dan Mastercard Kolaborasi Kembangkan Layanan Pembayaran Digital Global

18 Februari 2026
MDI Ventures

MDI Ventures Perkuat Sinergi Startup dengan BUMN untuk Maksimalkan Nilai Portofolio

18 Februari 2026
Aspire x Antler

Aspire Gandeng Antler untuk Perkuat Fondasi Keuangan Startup Global, Indonesia Jadi Pasar Strategis

18 Februari 2026
TechCrunch Disrupt 2022

TechCrunch Kembali Gelar Startup Battlefield 200 Tahun 2026

18 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Ericsson x Mastercard

Ericsson dan Mastercard Kolaborasi Kembangkan Layanan Pembayaran Digital Global

18 Februari 2026
MDI Ventures

MDI Ventures Perkuat Sinergi Startup dengan BUMN untuk Maksimalkan Nilai Portofolio

18 Februari 2026
Aspire x Antler

Aspire Gandeng Antler untuk Perkuat Fondasi Keuangan Startup Global, Indonesia Jadi Pasar Strategis

18 Februari 2026
TechCrunch Disrupt 2022

TechCrunch Kembali Gelar Startup Battlefield 200 Tahun 2026

18 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version