Aplikasi CommBank SmartWealth Dengan Fitur Robo Advisory

(ki-ka) Head of Investment Business Bank Commonwealth Ivan Kusuma, Executive Director of Charta Politika Yunarto Wijaya, CEO Schroders Indonesia Michael Tjoajadi, dan Head of Wealth Management and Client Growth Business of Commonwealth Bank Ivan Jaya. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Dampak situasi politik kerap mempengaruhi kondisi ekonomi, khususnya kondisi pasar. Kondisi ini membuat Bank Commonwealth menghadirkan inovasi CommBank SmartWealth. Ini adalah aplikasi wealth management komprehensif dengan fitur robo-advisory.

Seperti diketahui, sepanjang tahun 2018, kondisi pasar Indonesia mengalami volatilitas akibat dari sentimen negatif global. Hal itu terutama disebabkan oleh kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan isu perang dagang antara AS dan Tiongkok, dimana hal tersebut diperkirakan masih akan berlanjut di tahun 2019. Di tahun 2019 ini juga, Indonesia memasuki tahun politik di mana Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) akan dilangsungkan secara serentak pada 17 April 2019 mendatang.

“Kami melihat bahwa kondisi politik Indonesia saat ini masih cukup stabil menjelang Pilpres dan Pileg serentak di bulan April 2019 nanti. Walaupun tidak ada korelasi langsung antara peristiwa politik dengan performa ekonomi, namun tetap ada beberapa hal yang perlu dicermati oleh para investor. Pasalnya perubahan struktur pemerintahan dapat berdampak pada kebijakan-kebijakan ekonomi sebuah negara. Tapi saya percaya pesta demokrasi di tahun ini tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi ekonomi di tanah air,” kata Yunarto Wijaya Executive Director Charta Politika pada peluncuran CommBank SmartWealth, Kamis (17/1/2019) di Hotel Mulia, Jakarta.

Baca juga :   Bank Commonwealth Luncurkan Dua Kartu Debit untuk Transaksi Daring dan Traveling

Dari sisi perekonomian, CEO Schroders Indonesia, Michael Tjoajadi menjelaskan, perekonomian global di tahun 2018 cukup bergejolak dan penuh ketidakpastian, kondisi tersebut diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2019. Sepanjang tahun 2018, kondisi perekonomian global banyak mempengaruhi pasar Indonesia antara lain sentimen negatif akibat isu perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat serta pelemahan rupiah, yang membuat Bank Indonesia (BI) turut menaikkan suku bunga acuannya. Meski demikian, Indonesia dapat menjaga pertumbuhan ekonominya tetap positif.

“Di tahun 2019, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap positif didukung oleh pemulihan daya beli domestik. Pasar modal Indonesia pun mulai bergairah di mana para investor asing mulai kembali masuk ke pasar saham dan obligasi Indonesia. Namun, kita harus tetap waspada dengan kondisi ekonomi global yang dapat berimbas pada kondisi pasar domestik,” tutur Michael.

Sementara itu, Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya memperkirakan situasi di tahun 2019 akan lebih baik. Hal ini didukung oleh sikap The Fed yang melunak dalam menaikkan suku bunga secara agresif pada tahun ini dan harapan membaiknya hubungan perdagangan antara AS dan Tiongkok setelah pertemuan di G20. “Namun, tantangan yang akan dihadapi adalah kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang dapat mempengaruhi kebijakan ekonomi setiap negara termasuk Indonesia,” ujarnya.

Baca juga :   Alat Ini Bisa Maksimalkan Hasil Produksi Krupuk

Kehadiran aplikasi CommBank SmartWealth akan memudahkan nasabah memonitor pertumbuhan seluruh portofolio produk wealth management yang mencakup produk investasi seperti reksadana dan obligasi (bonds), asuransi (bancassurance), dan tabungan serta deposito kapan saja dan di mana saja. CommBank SmartWealth juga memberikan notifikasi berita perkembangan pasar domestik dan global secara reguler dan fitur messaging untuk berkomunikasi dengan relationship manager.

Keunikan dari aplikasi adalah Layanan Robo Advisory. Selain itu ini menjadi aplikasi digital perbankan pertama yang mengintegrasikan informasi Kepemilikan produk wealth management secara menyeluruh.

“Dengan fitur robo-advisory ini, nasabah dapat memantau portofolio mereka dan dapat mengoptimalkan investasi dengan cara yang sederhana (simple), cerdas (smart), dan terintegrasi (integrated), di mana saja dan kapan saja. Dengan teknologi ini Nasabah benar – benar mendapatkan fleksibilitas tinggi dalam mengoptimalkan portofolio investasi mereka di waktu dan tempat yang nyaman bagi Nasabah,” tutup Ivan.

STEVY WIDIA