youngster.id - Platform komunikasi cloud global, Infobip, resmi memperkenalkan solusi Agentic AI sebagai evolusi berikutnya dalam interaksi antara bisnis dan konsumen (customer engagement). Berbeda dengan asisten AI konvensional yang hanya menjawab pertanyaan, Agentic AI dirancang untuk mengambil tindakan mandiri secara independen guna menyelesaikan kebutuhan pelanggan secara langsung.
Teknologi ini diproyeksikan akan mendominasi lanskap digital Indonesia, di mana Infobip memprediksi pergeseran model komunikasi dari application-to-person (A2P) menuju interaksi otonom agent-to-agent pada tahun 2030.
Infobip menawarkan pendekatan komunikasi yang lebih holistik dengan memanfaatkan saluran interaktif seperti WhatsApp dan RCS. Melalui Agentic AI, brand kini dapat melampaui sekadar pengiriman konten dan mulai mempersonalisasi “tindakan”.
“Di era Agentic AI, brand tidak lagi sekadar mengirim rekomendasi produk. Agen AI dapat secara mandiri mencarikan produk yang tepat, menambahkannya ke keranjang belanja, hingga menyelesaikan kendala layanan secara instan melalui saluran pilihan pelanggan,” jelas Kukuh Prayogi, Enterprise Business Director Infobip Indonesia, dikutip Jum’at (6/3/2026).
Solusi Agentic AI dari Infobip dirancang untuk menjawab tantangan spesifik di berbagai industri besar di Indonesia. Di Sektor Perbankan & Pembiayaan: Mempercepat akses kredit UMKM melalui proses verifikasi identitas (KYC) dan penilaian kredit otomatis yang terintegrasi, mengurangi proses manual yang memakan waktu. Sedangkan di Sektor Telekomunikasi: Membantu operator mengelola jaringan 5G yang kompleks dan mengambil keputusan otonom dalam operasional jaringan yang padat.
Infobip memproyeksikan bahwa pada 2030, asisten AI personal di ponsel pengguna akan mampu bernegosiasi langsung dengan AI milik perusahaan (misalnya perusahaan travel) untuk memesan tiket atau paket liburan berdasarkan preferensi digital pengguna tanpa intervensi manual.
Namun, CEO Infobip Silvio Kutić menekankan bahwa efektivitas Agen AI sangat bergantung pada integrasi data perusahaan. Saat ini, hanya 5% proyek agen AI yang sukses mencapai tahap produksi akibat hambatan silo data (data yang terpisah-pisah).
“Perusahaan harus segera menghapuskan silo data dan menggabungkan informasi pelanggan dalam satu sistem terpadu. Kinerja Agen AI yang efektif memerlukan akses ke seluruh titik interaksi, mulai dari pemasaran hingga layanan dukungan,” tegas Silvio.
Dengan kehadiran Agentic AI, Infobip memposisikan diri sebagai penyedia solusi yang memungkinkan brand tetap kompetitif melalui efisiensi operasional yang radikal dan pengalaman pelanggan yang jauh lebih personal.
STEVY WIDIA
