Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Awas, BI Peringatkan Soal Bahaya Bitcoin

15 April 2021
in News
Reading Time: 1 min read
bitcoin

Harga Bitcoin Anjlok, Ini yang Harus Dilakukan Investor di Indonesia (Foto: istimewa/Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Bank Indonesia (BI) tidak menerima cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum sebagai alat pembayaran di Indonesia. Pasalnya, menurut Undang-Undang alat pembayaran resmi di Indonesia hanya Rupiah.

“Sebagai otoritas sistem pembayaran, kita masih melarang penggunaan cryptocurrency sebagai pembayaran. Tapi untuk investasi, bukan dengan kita (pengawasannya). Kita sudah mewanti-wanti risikonya, karena tidak ada underlying asset (aset dasar),” ungkap Erwin Haryono Kepala Departemen Komunikasi BI dalam diskusi virtual, dikutip Kamis (15/4/2021).

Dia mengungkapkan, BI tidak bisa melarang warga yang ingin berinvestasi di cryptocurrency (mata uang digital) karena ranah ini bukan kewenangannya. Meski begitu BI mengingatkan agar berhati-hati berinvestasi di cryptocurrency dengan alasan underlying asset (aset dasar) yang tak jelas dan risiko yang tinggi.

Baca juga :   Tahun 2021, Kinerja QRIS Sangat Ciamik

Asisten Gubernur & Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Filianingsih Hendarta menjelaskan, secara umum ada dua hal yang harus diperhatikan dalam melakukan investasi. Pertama return (imbal hasil) dan kedua risiko.

“Biasanya return tinggi, risikonya juga tinggi. Jadi, tergantung dari risk appetite (kemampuan menyerap risiko) masing-masing (investor). Bagaimana balancing return yang dihasilkan dengan risk (risiko) yang ada,” tutur Filianingsih.

“Jadi kita harus memitigasi itu. Kalau investasi biasanya orang juga melihat ke-likuid-an dari alat investasinya, seberapa likuid. Kalau dibutuhkan, apakah dengan cepat (bisa dicairkan), itu juga mempengaruhi,” kata Filianingsih melanjutkan.

Belakangan minat masyarakat untuk berinvestasi di Bitcoin mulai tinggi. Hal ini karena harnya yang terus meningkat. Harga tertinggi sepanjang massal Bitcoin saat ini mencapai US$64.829,14 per keping, pada pekan ini.

Baca juga :   BI Terapkan Standardisasi Kode QR Antarnegara 2020

 

STEVY WIDIA

Tags: Bank Indonesia (BI)BitconcryptocurrencyEthereum
Previous Post

J&T Express Kini Menyandang Status Startup Unicorn

Next Post

Ruparupa Usung Konsep Omnichannel Untuk Dukung Gaya Hidup Hunian di Masa Kebiasaan Baru

Related Posts

transaksi QRIS
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

Pertumbuhan Ekonomi Digital Menguat, Transaksi QRIS Tap Tembus 1,44 Juta Transaksi

22 Januari 2026
0
Hackathon BI-OJK 2025 Wadah Inovasi dan Sinergi Pelaku Ekonomi Digital
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

Hackathon BI-OJK 2025 Wadah Inovasi dan Sinergi Pelaku Ekonomi Digital

5 November 2025
0
e-commerce
ANALYZE

Transaksi Belanja Online Capai Rp44,4 Triliun Pada Semester I 2025

25 Agustus 2025
0
Load More
Next Post
Ruparupa Usung Konsep Omnichannel Untuk Dukung Gaya Hidup Hunian di Masa Kebiasaan Baru

Ruparupa Usung Konsep Omnichannel Untuk Dukung Gaya Hidup Hunian di Masa Kebiasaan Baru

Tokopedia START Summit 2020 : Ajak Korporasi Dan Startup Bertransformasi Digital

Indonesia Masuk Daftar Deloitte Technology Fast 500 Asia Pasific 2020

Startup4Industry 2021 Dorong Startup Lokal Go Global

Startup4Industry Sukses Integrasikan 49 Startup dengan IKM

Discussion about this post

Recent Updates

Bank Raya

Bank Raya Perkuat Digitalisasi UMKM Lewat Program Cluster Usaha di 23 Kota Indonesia

13 Februari 2026
Tim Labmino dan RunSight

Inovasi RunSight Berbasis AI Antar Tim Universitas Indonesia Jadi Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador

13 Februari 2026
Krom Bank

Krom Bank Dorong Literasi Keuangan 2026, Tekankan Peran Bank Digital sebagai Solusi Finansial Modern

13 Februari 2026
Anthropic

Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar Usai Raih Pendanaan Raksasa Seri G

13 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Bank Raya

Bank Raya Perkuat Digitalisasi UMKM Lewat Program Cluster Usaha di 23 Kota Indonesia

13 Februari 2026
Tim Labmino dan RunSight

Inovasi RunSight Berbasis AI Antar Tim Universitas Indonesia Jadi Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador

13 Februari 2026
Krom Bank

Krom Bank Dorong Literasi Keuangan 2026, Tekankan Peran Bank Digital sebagai Solusi Finansial Modern

13 Februari 2026
Anthropic

Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar Usai Raih Pendanaan Raksasa Seri G

13 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version