Bekraf Dorong Startup Masuk Papan Akselerasi Khusus BEI

Bekraf dan Mandiri Capital Indonesia gelar GSI Scale Con. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Belakangan ini sejumlah startup Indonesia telah menduduki posisi unicorn. Pemerintah juta terus mendorong agar para pelaku startup mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo mengatakan, startup yang tercatat go public kini baru tiga perusahaan. Pihaknya menginginkan semakin banyak perusahaan rintisan mengisi papan akselerasi khusus yang disiapkan BEI.

“Berbagai program pengembangan skala bisnis perusahaan rintisan yang diselenggarakannya hendak mendorong para startup melantai di bursa. Go Startup Indonesia (GSI) Scale Con 2018 juga digelar dengan tujuan yang sama,” kata Fadjar dalam gelaran GSI belum lama ini di Jakarta.

Dia menyebutkan, GSI merupakan platform untuk mensinergikan berbagai stakeholder yang ada di dalam ekosistem startup. Sejumlah pihak yang dipertemukan, yaitu ahli di bidang teknologi, investor, pemerintah, lembaga jasa keuangan, serta tentunya para startup sendiri.
“Kami ingin bangun ekosistem startup kreatif lebih baik, ini tidak bisa hanya dilakukan kami. Jadi, kami libatkan stakeholder lain, termasuk pemerintah seperti BKPM dan Kemenkeu. Jika ekosistem berjalan baik maka risiko permodalan lebih terkendali,” ujar Fadjar.

Baca juga :   Bekraf Angkat Kuliner Medan di Kreatifood 2018

Hal senada juga disampaikan Direktur Akses Nonperbankan Bekraf Syaifullah. Mereka dapat meniru rekam jejak perusahaan rintisan yang lebih dulu difasilitasi Bekraf melalui kompetisi seperti GSI.

“Kami ingin arah alur yang jelas yang bisa direpelika startup lain jika kelak ingin mencatatkan diri di papan akelerasi khusus yang disediakan BEI. Kami ingin beri wawasan baru, startup tidak hanya jadi unicorn. Ada tujuan baru yang lebih achievable, yaitu go public,” ucapnya.

Sementara itu, CFO PT Mandiri Capital Indonesia Hira Laksamana mengutarakan bahwa ekosistem startup yang kondusif sangat dibutuhkan lembaga jasa keuangan, termasuk perusahaan modal ventura. “Kami harap dari GSI bisa masuk ke inkubasi startup Mandiri Capital,” tuturnya.

Perusahaan modal ventura anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. itu menilai bahwa jumlah perusahaan rintisan yang melantai di bursa perlu diakselerasi. Papan akselerasi khusus yang disediakan BEI selayaknya dapat memudahkan mereka untuk go public.

Mandiri Capital sejauh ini telah menerima sekitar 100 proposal pendanaan dari berbagai startup tetap yang deal hanya sepuluh aplikasi. Perseroan mengaku memprioritaskan perusahaan-perusahaan rintisan yang bisnisnya sejalan dengan induk usaha.

Baca juga :   Games Ini Bisa Bikin Persahabatan Makin Erat

STEVY WIDIA