Bekraf Target Jual 50 Judul Buku di London Book Fair 2019

Indonesia akan berpartisipasi pada London Book Fair (LBF) ke-47. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menargetkan hak cipta atas 50 judul buku terjual dalam London Book Fair 2019. Apalagi Indonesia didaulat sebagai market focus country.

Laura Prinsloo selaku Ketua Harian Komite Pelaksana Indonesia Market Focus LBF 2019 menjelaskan, salah satu strategi promosi ialah mengundang pembicara dari Inggris hadir ke beberapa kegiatan di Indonesia, seperti Ubud Writers and Readers Festival, Wallacea, dan Indonesia Kontemporer.

Rebranding booth juga dilakukan dalam keikutsertaan Indonesia di Frankfurt Book Fair (FBF) dan Sharjah International Book Fair. Bekraf mengalokasikan sepuluh travel grants kepada sepuluh co-exhibitor ke FBF serta lima ke Sharjah.

“Promosi juga berlangsung di Inggris. Kami bekerja sama British Council adakan forum penerbitan dan penerjemahan di London (November 2018). Semua yang ingin tahu tentang penerbitan dan literatur Indonesia diundang,” ungkap Laura dalam keterangan Bekraf Senin (14/1/2019).

Sebelumnya pada London Book Fair (LBF) 2018 terdapat 14 hak cipta judul buku terjual. Totalnya ada 300 judul dibawa ke bursa buku internasional ini.

Baca juga :   Inilah 10 Film Indonesia Terlaris

Pembeli terbanyak berasal dari Tiongkok mencapai sepuluh judul, selain itu dari Perancis (2 judul), Inggris (1 judul), dan Amerika Serikat (1 judul). Total nilai transaksi diperkirakan mencapai US$ 113,63. Nilai ini belum mencakup enam judul lain yang laku usai pameran.

Bekraf telah mulai ikut dalam LBF pada 10 – 12 April 2018. Bekraf memastikan 12 penulis Indonesia hasil seleksi bekerja sama dengan British Council berangkat ke LBF 2019. Mereka adalah Agustinus Wibowo, Clara Ng, Dee Lestari, Faisal Oddang, Intan Paramaditha, Laksmi Pamuntjak, Leila S.Chudori, Nirwan Dewanto, Norman Erikson Pasaribu, Reda Gaudiamo, Seno Gumira Ajidarma, dan komikus Sheila Rooswitha Putri.

London Book Fair merupakan salah satu agenda internasional yang dijangkau Bekraf untuk memperluas peluang bisnis pelaku ekonomi kreatif nasional. Selama empat tahun ini, Bekraf menggelar 250 program pengembangan sektor kreatif di dalam negeri, serta 87 program lain di kancah internasional menjangkau 32 negara.

STEVY WIDIA