Beroleh Dana Segar MDI Ventures Berburu Startup

Beroleh Dana Segar MDI Ventures Berburu Startup 1

MDI Ventures. (Foto: istimewa)

youngster.id - MDI Ventures mengumumkan telah mendapatkan dana segar senilai US$500 juta atau setara Rp7,37 triliun (kurs Rp14.742/US$). Perusahaan modal ventura milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mengungkapkan, dana baru akan digunakan untuk mengukur agenda Telkom Group yang sudah ada, tetapi dengan beberapa update mission-critical.

CEO MDI Ventures Donald Wihardja menyebutkan bahwa peluncuran dana ini merupakan inisiatif multi-fund terbesar yang pernah dikelola corporate venture capital (CVC) di Indonesia. Dana ini juga melibatkan jaminan aset senilai US$790 juta (setara Rp11,9 triliun) di dalamnya.

“Pertama, MDI Ventures akan menggunakan dana tersebut untuk berinvestasi di perusahaan yang berfokus di Indonesia. Kemudian akan berusaha untuk memasukkan portofolionya ke tidak hanya satu perusahaan induk milik negara, tetapi semua BUMN di negara ini,” ungkap Donald dalam keterangan pers, Senin (24/8/2020).

Karenanya, MDI Ventures sekarang mencari startup teknologi dengan janji pertumbuhan yang kuat dan daya tarik yang berarti yang tidak hanya bercita-cita untuk mendominasi pasar Indonesia, tetapi juga membantu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tradisional (dan sebagian besar luring) untuk bergabung dengan ekonomi digital yang berkembang di negara ini.

“Di sisi lain, startup juga akan memberikan nilai tambah bagi BUMN. Terutama dalam membantu mereka beradaptasi dengan lanskap bisnis layanan digital yang dinamis dan bisa berubah dengan cepat sewaktu-waktu,” ungkap Donald lagi.

Sejak 2016, MDI Ventures tidak hanya menciptakan beberapa sinergi internal untuk perusahaan induknya, tetapi juga mengembangkan banyak keluar dari portofolio yang sangat menguntungkan.

Pada tahun 2019, ini termasuk IPO Whispir yang berbasis di Melbourne di ASX, akuisisi Red Dot Payment oleh Naspers dengan penilaian US$ 65 juta, dan akuisisi platform komunikasi cloud yang berbasis di Singapura Wavecell oleh 8×8 yang berbasis di AS dalam kesepakatan senilai kira-kira US$ 125 juta.

“Sebagai cabang investasi penting negara, MDI Ventures berupaya mendapatkan kemenangan yang jelas bagi negara itu sendiri, untuk portofolio perusahaan rintisan kami, dan untuk perusahaan kami,” kata Sandhy Widyasthana, COO MDI Ventures.

Menurut dia, startup ini akan melengkapi perusahaan milik negara dengan layanan digital bernilai tambah yang akan membantu mereka beradaptasi dengan lanskap bisnis yang berubah dengan cepat di Indonesia. Ini juga berarti perusahaan rintisan berpotensi memiliki lebih banyak peluang keluar di kemudian hari.

CSO Telkom Group Budi Setiawan menggemakan hal ini. Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir, BUMN Indonesia telah melakukan lompatan signifikan menuju pergeseran digital. Namun masih ada celah yang harus diisi di banyak bidang,

“Yang kami cari adalah startup yang dapat memperluas batasan inovasi dan menghadirkan teknologi yang tepat ke ekosistem digital milik negara, demi kemakmuran masa depan Indonesia,” ujarnya.STEVY WIDIA

Exit mobile version