Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Bisnis Wearable Device dan IoT Berpotensi Tumbuh 30% Di Indonesia

19 Desember 2020
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Bisnis Wearable Device dan IoT Berpotensi Tumbuh 30% Di Indonesia

Teguh Prasetya, Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Tak bisa dipungkiri, di masa sekarang masyarakat jadi semakin peduli akan gaya hidup sehat. Hal ini didukung dengan perangkat teknologi berupa wearable device yang semakin menunjang personal health care. Apalagi perangkat ini menjadi bagian ekosistem perangkat pintar berbasis internet (internet of things).

Teguh Prasetya, Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia mengatakan, pasar produk smart wearable device di tahun 2021 akan bertumbuh pesat. Bahkan dia memperediksi perangkat cerdas ini tumbuh 30% setiap tahun.

“Tahun depan diperkirakan akan ada 30 juta smartphone baru diluncurkan, kemudian di setiap peluncuranya juga didampingi wearable sebagai perangkat IoT yang terbubung ke ponsel pintar, dan jumlah dari wearable itu pasti lebih banyak dari ponselnya. Hal ini juga memperkuat keyakinan kita jika penetrasi wearable di tanah air, dan perangakat IoT pada umumnya akan tumbuh positif kedepan,” papar Teguh dalam forum Digital Telco Outlook 2021: ‘Menakar Prospek Bisnis Wearable Device dan IoT Di Indonesia’, baru-baru ini.

Baca juga :   Huawei Kolaborasi Dengan Lazada Untuk Y7 Pro 2019

Menurut dia, perkembangan wearable device ini juga didorong oleh adanya pandemi Covid-19. Masyarakat semakin menyadari akan kebutuhan personal health care. Misalnya untuk mengukur tekanan darah, detak jantung, kadar oksigen dalam tubuh terasa kian menjawab kebutuhan. “Karena produk ini terhubung ke smartphone, perangkat ini akhirnya menjadi lifestyle terutama di kalangan anak muda,” ujar Teguh.

Menariknya, berdasarkan surveri Statista (2019) bahwa kebanyakan warebales, khususnya smartwatch dikenakan oleh mereka yang berada di umur 25-44 (69%), diatasnya yaitu umur 55 tahun memakai tracker band. Dari data ini terlihat sejumlah tantangan bagi produk ini.

“Berdasarkan survei ini mereka yang berada di umur 45 tahun keatas itu merupakan konsumen yang belum teredukasi, jadi mereka masih mengenakan jam tangan tradisional ketimbang smartwatch, ini mungkin karena mereka belum mengetahui teknoloigi dari jam tangan pintar. Padahal mereka itu memiliki buying power yang kuat,” kata Teguh.

Baca juga :   IoT Masih Menanti Waktu

Selain itu, personal health care di tanah air juga belum optimal memanfaatkan data dari wareables ini. Dari segi data karena ini sifatnya personal health care, mustinya dapat termanfaatkan dengan baik sekaligus terhubung ke fasilitas public healthcare yang lebih luas.  Kemudian karena ini alat pintar healthcare izinnya dari pemerintah pun susah tentunya.

Lalu ada juga persoalan keamanan data karena data kesehatan merupakan data pribadi, jadi butuh proteksi dan ini tentu masih menunggu regulasi dari UU perlindungan data pribadi (PDP) yang sedang dikebut oleh pemerintah.

Kajian Asosiasi IoT Indonesia juga menunjukkan potensi IoT di tanah air sebesar 400 juta perangkat dengan nilai bisnis sebesar Rp 444 triliun pada 2022. Nilai tersebut disumbang dari konten dan aplikasi sebesar Rp 192,1 triliun, disusul platform Rp 156,8 triliun, perangkat IoT Rp 56 triliun, serta network dan gateway Rp 39,1 triliun.

Baca juga :   Aplikasi JEJAK, Kolaborasi Cartenz Group dengan Jakarta Smart City

Sementara itu Lo Khing Seng, Deputy Country Director Huawei Device Indonesia mengakui, edukasi dari produk wearable device di Indonesia masih belum kuat. Untuk itu Huawei menerapkan strategi  dengan menghadirkan rangkaian produk dalam satu ekosistem.

“Jadi tantangan terbaru bagi kami menghadirkan produk ekosistem channel yang efektif dan efesien untuk menargetkan konsumen kita. Untuk itu kita akan terus menambah brand shop Huawei agar konsumen lebih mudah mendapatkan produk wearable dan juga produk IoT,” kata Lo Khing Seng.

 

STEVY WIDIA

Tags: Asosiasi IoT IndonesiaHuawei Device IndonesiaIoTTeguh Prasetyawerable device
Previous Post

Amar Bank Akan Kembangkan Layanan Keuangan Berbasis AI

Next Post

iPhone 12 Sudah Hadir Di Lebih Dari 1.000 Jaringan Ritel Erajaya

Related Posts

Erajaya Group
Industry

Penjualan ERAL Tembus Rp6,49 Triliun di 2025, Kategori Lifestyle Melonjak 173%

2 April 2026
0
HUAWEI Mate X7 Smartphone Foldable
Industry

HUAWEI Mate X7 Smartphone Foldable Berani Adu Desain, Kamera dan Durabilitas

6 Maret 2026
0
HUAWEI Luncurkan Tablet Dengan Kemampuan Setara PC
Technology

HUAWEI Luncurkan Tablet Dengan Kemampuan Setara PC

9 Januari 2026
0
Load More
Next Post
iPhone 12 Sudah Hadir Di Lebih Dari 1.000 Jaringan Ritel Erajaya

iPhone 12 Sudah Hadir Di Lebih Dari 1.000 Jaringan Ritel Erajaya

Telkom University Bersama TIP Resmikan Laboratorium Pertama di Asia Tenggara

Telkom University Bersama TIP Resmikan Laboratorium Pertama di Asia Tenggara

Gojek Group Jadi Pemegang Saham Baru di Bank Jago

Gojek Group Jadi Pemegang Saham Baru di Bank Jago

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version