CEO Bukalapak Jadi Anggota Majelis Wali Amanat ITB

Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung periode 2019-2024. (Foto: istimewa)

youngster.id - Pendiri sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky terpilih sebagai salah satu anggota Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung periode 2019-2024.

Zaky menjadi salah satu anggota Majelis Wali Amanat ITB yang berasal dari kalangan masyarakat bersama Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, Pendiri sekaligus CEO Paragon Technology Nurhayati Subakat, dan Komisaris Medco Group Yani Panigoro.

“Suatu kehormatan untuk bisa tergabung dengan beragam pemangku kepentingan di dalam Majelis Wali Amanat ITB. Saya berharap dapat terus mengawal ITB menjadi salah satu kampus yang konsisten mencetak talenta terbaik untuk kebutuhan industri teknologi,” uca[ Zaky dalam keterangannya baru-baru ini .

Adapun susunan keanggotaan Majelis Wali Amanat ITB periode 2019-2024 terdiri atas lima belas anggota yang berasal dari kalangan pemerintah, masyarakat, dan akademisi ITB.

Dari kalangan pemerintah, terdapat empat anggota ex-officio yaitu mencakup Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; Ketua Senat Akademik, dan Rektor ITB, Kadarsah Suryadi.

Anggota Majelis Wali Amanat ITB yang berasal dari kalangan perwakilan senat akademisi ITB meliputi Prof. Djoko Santoso, Prof. Akhmaloka, Prof. Benhard Sitohang, dan Dr. Agus Dana Permana.

Baca juga :   Carsome Gelar Kampanye Unik Untuk Perkuat Penetrasi Pasar

Selanjutnya terdapat Irfan Setiaputra yang berasal dari perwakilan alumni ITB, Nana Heryana yang berasal dari perwakilan tenaga kependidikan, serta Faisal Alfiansyah Mahardhika sebagai anggota yang berasal dari perwakilan Mahasiswa ITB.

Sidang pleno yang berlangsung di Gedung Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Senin (20/5/2019), telah menetapkan Yani Panigoro terpilih sebagai Ketua Majelis Wali Amanat ITB periode 2019-2024.

Salah satu agenda prioritas Majelis Wali Amanat ITB adalah meningkatkan kolaborasi senat, rektorat, guru besar, dan mahasiswa ITB. Dengan demikian, seluruh pengambilan keputusan strategis dapat mengakomodasi seluruh kepentingan.

STEVY WIDIA