Jumat, 2 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Dampak Saat Layanan Cloud Publik Terganggu

31 Maret 2019
in News
Reading Time: 3 mins read
SAP Ciptakan Cloud untuk Hadapi Hujan Data Digital

Solusi cloud mendukung kecerdasan buatan. (Foto: Ilustrasi/Youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Belum lama ini layanan Gmail dan Google Drive mengalami insiden pemadaman global selama 4 jam. Hal ini menyulitkan bagi pengguna, terutama yang meletakkan data-data penting mereka dalam layanan cloud publik.

Pengguna Indonesia juga terdampak oleh gangguan tersebut. Banyak pengguna yang tidak dapat mengirim email, mengunduh foto atau video. Berkali-kali terdapat pesan peringatan bahwa e-mail tidak dapat dikirim. Mereka berpikir bahwa komputer atau jaringan internet mereka bermasalah, karena pemberitahuan di layar meminta pengguna untuk mengecek kembali soal jaringan internet.

“Layanan cloud publik memang berbiaya rendah. Namun, begitu terjadi gangguan, maka kerugiannya pun akan sangat besar. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi para pelaku bisnis untuk memiliki dan membangun sistem cloud privat mereka sendiri, untuk memastikan layanan yang selalu maksimal dan otonomi dalam mengelola data,” ungkap Chad Chiang, Synology Product Manager dalam keterangannya, Sabtu (30/3/2019).

Baca juga :   Alphabet Raih Pertumbuhan Pendapatan YoY 10%

Menurut dia, dalam lingkungan bisnis yang menggunakan cloud publik, divisi IT juga banyak mendapatkan keluhan tentang Gmail yang bermasalah, padahal hal tersebut disebabkan oleh Google yang sedang down. Ketika bisnis hanya bergantung pada penyimpanan dan layanan cloud, ada beberapa konsekuensi yang harus mereka hadapi. Sebuah laporan yang diterbitkan ARN pada awal tahun ini memperingatkan bahwa downtime yang tidak terduga, baik dari Microsoft, Google atau AWS, dapat mengakibatkan kerugian hingga 19 miliar dolar AS.

Survei ITIC 2017 tentang tren keandalan dan kerugian per jam dari downtime menunjukkan bahwa kerugian saat downtime terus meningkat seiring dengan makin tingginya risiko bisnis. Bahkan, downtime selama beberapa menit saja bisa mengakibatkan gangguan yang signifikan. Lebih dari 98% perusahaan besar yang memiliki lebih dari 1.000 karyawan mengatakan bahwa rata-rata, satu jam downtime per tahun merugikan perusahaan sebesar 100.000 dollar, sedangkan 81% perusahaan melaporkan bahwa kerugiannya mencapai 300.000 dollar.

Baca juga :   Indofood Serahkan Dana Riset Bagi 60 Mahasiswa Peneliti Pangan

Dampak negative downtime juga dirasakan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memiliki kurang dari 150 karyawan. Sekitar 47% responden survei memperkirakan bahwa satu jam downtime dapat merugikan perusahaan sebanyak 100.000 dollar, dalam bentuk pendapatan dan produktivitas yang berkurang. 

 “Saat ini, mengandalkan layanan dari cloud publik saja tidak cukup. Itu sama halnya seperti meletakkan semua telur dalam satu keranjang. Solusinya, pengguna bisa mem-back-up data mereka dari cloud publik ke NAS, untuk menjaga data-data penting seperti email, kontak, kalender, dan cloud drive. Jika terjadi gangguan pada cloud publik, maka aktivitas bisnis tidak akan terganggu dan mereka tetap bisa melayani pelanggan seperti biasa. Selain melindungi data, solusi ini juga bisa menyimpan semua data untuk audit dan menghindari risiko kehilangan data karena kelalaian karyawan (sengaja maupun tidak disengaja),” kata Jenn Yeh, Synology Product Marketing Manager.

Baca juga :   Pelaku UMKM dan Startup Perlu Manfaatkan Teknologi Cloud Untuk Berinovasi

Mencadangkan data yang ada pada layanan cloud publik adalah sebuah keharusan. Seiring perkembangan teknologi, ada risiko-risiko baru yang muncul, namun pengguna harus selalu mempersiapkan diri. Dengan begitu, ketika terjadi gangguan atau insiden pemadaman, pengguna tidak akan mengalami kerugian.

Synology Inc. mengajak para pebisnis untuk menghadapi risiko dan biaya terselubung setelah mengadopsi layanan cloud publik. Untuk menghadapi permasalahan ini, Synology menawarkan solusi NAS bagi para pelaku bisnis. Berbeda dari layanan cloud publik, NAS merupakan arsitektur cloud privat yang menyediakan layanan sinkronisasi file, ruang kolaborasi, aplikasi komunikasi perusahaan, layanan pesan, dan layananan lainyasekaligus, sehingga membantu bisnis untuk meminimalkan risiko dan kerugian yang disebabkan oleh gangguan pada layanan cloud publik seperti Google Drive.

 

STEVY WIDIA

Tags: cloudSynology Inc
Previous Post

Kopi Kenangan Bangun Aplikasi dan Ekspansi

Next Post

Menjembatani Kesenjangan Generasi Dalam Menyikapi Keamanan Siber

Related Posts

Lintasarta
News

Lintasarta Pastikan Kesiapan Infrastruktur Digital Hadapi Lonjakan Transaksi Nataru

24 Desember 2025
0
Kemitraan Helios dan AWS Dorong Transformasi AI dan Cloud Bagi Bisnis di Indonesia
News

Kemitraan Helios dan AWS Dorong Transformasi AI dan Cloud Bagi Bisnis di Indonesia

25 April 2025
0
Google dan Kominfo Luncurkan Pelatihan Gratis Berkarir di Cloud Computing
Headline

Google dan Kominfo Luncurkan Pelatihan Gratis Berkarir di Cloud Computing

22 Agustus 2024
0
Load More
Next Post
keamanan siber

Menjembatani Kesenjangan Generasi Dalam Menyikapi Keamanan Siber

Tim Amikom Yogya Jawara PMCC 2018-2019

Tim Amikom Yogya Jawara PMCC 2018-2019

Onic eSports Juara Piala Presiden eSports 2019

Onic eSports Juara Piala Presiden eSports 2019

Discussion about this post

Recent Updates

Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Bang Jamin

Insurtech Bang Jamin Kantongi Rp65 Miliar dari Putaran Pendanaan pra-Seri A

17 Juli 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version