AI dan 5G Akan Jadi Kunci Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

Ekonomi Digital Indonesia

Panelis diskusi "Leading The Future: Building Exponential Value in 5G Advance and AI Economy” di Jakarta. (Foto: kenrene/youngster.id)

youngster.id - Perkembangan artificial intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong berbagai negara berlomba membangun ekosistem digital yang lebih kuat. Di Indonesia, pemanfaatan AI dinilai tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan infrastruktur digital yang memadai, termasuk jaringan 5G yang mampu mendukung kebutuhan data dan konektivitas dalam skala besar.

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Denny Setiawan, mengatakan pemerintah memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat digital di kawasan Asia Pasifik serta salah satu negara terdepan dalam penerapan AI di ASEAN.

Menurutnya, target tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang kuat, termasuk akses internet dan jaringan 5G yang lebih luas.

“Tentu hal tersebut harus diperkuat dengan jaringan internet termasuk jaringan 5G,” ungkap Denny pada diskusi bertajuk “Leading The Future: Building Exponential Value in 5G Advance and AI Economy” dalam ajang Selular Award 2026, Senin (8/6/2026) di Jakarta.

Perkembangan AI dan 5G juga diperkirakan akan membuka lebih banyak peluang bagi talenta digital Indonesia.

“Seiring meningkatnya adopsi teknologi di berbagai sektor, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di bidang AI, data, cloud computing, keamanan siber, dan teknologi digital lainnya juga akan terus bertambah,” katanya.

Pendapat ini didukung oleh para panelis Alvin Iskandar Aslam Group Head Regulatory Diplomacy & Advocacy XLSMART, Ronni Nurmal Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia dan Adrian Lesmono Consumer Business Lead, NVIDIA Indonesia. Mereka sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk mempercepat pemerataan jaringan 5G sekaligus mendukung pengembangan AI di Indonesia.

Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, menilai jaringan 5G menjadi salah satu elemen penting yang memungkinkan AI digunakan secara lebih luas.

Menurutnya, AI dan 5G merupakan dua teknologi yang saling melengkapi. Ketika pemanfaatan AI semakin masif, jaringan 5G berperan sebagai penghubung yang memastikan teknologi tersebut dapat berjalan dengan lancar.

“Penerapan AI sekarang makin masif dan AI ini butuh kendaraan bernama 5G termasuk di daerah 3T,” katanya.

Ia menambahkan, pengenalan teknologi AI kini juga semakin diperluas ke berbagai daerah sehingga kebutuhan terhadap konektivitas berkualitas menjadi semakin penting.

Selain infrastruktur, kolaborasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan perusahaan teknologi dinilai menjadi faktor yang menentukan keberhasilan transformasi digital Indonesia.

Group Head Regulatory Diplomacy & Advocacy XLSMART, Alvin Iskandar Aslam, mengatakan pihaknya terus memperkuat jaringan 5G untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan industri yang semakin bergantung pada teknologi digital.

Menurutnya, percepatan pembangunan jaringan menjadi bagian penting dalam menghadapi era AI yang terus berkembang.

Sementara itu, Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menilai AI dan 5G kini bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan kebutuhan yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi di berbagai sektor.

“AI dan 5G ini kewajiban karena dapat meningkatkan produksi hingga mempersingkat distribusi,” ujarnya.

Dengan dukungan infrastruktur yang semakin luas serta kolaborasi antara pemerintah dan industri, AI dan 5G dinilai akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di tahun-tahun mendatang.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version