youngster.id - Platform layanan keuangan digital, Atome Financial, membukukan kinerja keuangan terkuatnya sepanjang sejarah perusahaan pada tahun fiskal 2025. Dilansir e27, Atome mencatatkan lonjakan pendapatan hingga 80% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US$470 juta, seiring ekspansi portofolio pinjaman, jaringan merchant, dan produk kartu kredit di kawasan Asia Tenggara.
Perusahaan yang menaungi lini bisnis buy now pay later (BNPL) Atome, Atome Card, serta platform pinjaman digital di Indonesia, Kredit Pintar, tersebut juga mempertahankan profitabilitas sebelum pajak (profit before tax) selama dua tahun berturut-turut.
Sepanjang 2025, total pendapatan operasional Atome Financial mencapai US$360 juta, naik 52% dari tahun 2024. Sementara itu, nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) melampaui US$4 miliar, atau melonjak lebih dari 60% (yoy).
Pertumbuhan Berlanjut di 2026 dan Penetrasi Produk Kartu
Tren positif Atome Financial terus berlanjut hingga pertengahan 2026. Hingga Juni 2026, pendapatan bersih disetahunkan (annualized net revenue) mencapai US$800 juta, naik 55% (yoy). Di saat yang sama, GMV disetahunkan menembus angka US$6 miliar, melesat 64%.
Salah satu pendorong utama pertumbuhan regional ini datang dari penerimaan produk di Filipina. Kartu PayLater Anywhere milik Atome mencatatkan penerbitan lebih dari tiga juta kartu per Juni 2026. Produk ini memungkinkan pengguna bertransaksi dengan skema bayar nanti di luar jaringan merchant langsung Atome. Peluncuran kartu serupa juga telah dilakukan di Malaysia pada awal tahun ini guna memperkuat penetrasi pasar.
Selain ekspansi produk, manajemen mengkontribusikan pertumbuhan bisnis pada perluasan kemitraan merchant, otomatisasi kecerdasan buatan (AI) untuk proses mitigasi risiko (underwriting) kredit dan deteksi penipuan (fraud), serta diversifikasi modal pendanaan.
Penguatan Modal dan Dukungan Sektor Perbankan
Untuk mendukung ekspansi pinjaman di Asia Tenggara, Atome Financial memperkuat struktur pendanaan institusionalnya. Perusahaan baru-baru ini mengamankan fasilitas kredit senilai 5 miliar peso Filipina (sekitar US$81,3 juta) dari Asia United Bank (AUB) di Filipina.
Sebelumnya, Atome juga meningkatkan fasilitas kredit sindikasi regional menjadi US$345 juta. Dalam fasilitas sindikasi tersebut, HSBC bertindak sebagai Structuring Bank dan Mandated Lead Arranger, dengan partisipasi dari DBS Bank dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) cabang Singapura. Konsorsium perbankan lain yang turut terlibat antara lain Baiduri Bank, Cathay United Bank, Fubon Bank, dan Shanghai Pudong Development Bank.
Selain itu, Atome Financial mendapat dukungan pendanaan dari institusi keuangan global dan regional seperti Standard Chartered, Bank Jago, BlackRock, EvolutionX Capital, dan InnoVen Capital. Atome sendiri merupakan bagian dari Advance Intelligence Group yang disokong oleh investor global seperti SoftBank Vision Fund 2, Warburg Pincus, Northstar, dan EDBI. (*AMBS)
