Selasa, 29 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Digital Business

Bain & Company: Butuh Pendapatan US$6 Triliun pada 2031 untuk Biayai Infrastruktur AI Global

29 September 2026
in Digital Business
Reading Time: 3 mins read
Bain Company infrastruktur AI

Bain & Company: Butuh Pendapatan US$6 Triliun pada 2031 untuk Biayai Infrastruktur AI Global (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Akselerasi investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) global kini dihadapkan pada tantangan kelayakan ekonomi. Laporan tahunan Global Technology Report ke-7 dari firma konsultan manajemen Bain & Company mengungkapkan bahwa pendanaan untuk memenuhi kebutuhan daya komputasi AI memerlukan pendapatan tahunan hingga US$6 triliun pada 2031.

Aplikasi AI yang ada saat ini—seperti langganan AI konsumen, pengembangan perangkat lunak (software), pemasaran, layanan pelanggan, dan operasi IT—diperkirakan hanya menyumbang pendapatan antara US$1,2 triliun hingga US$1,8 triliun. Artinya, industri membutuhkan inovasi kategori baru untuk menutup kekurangan pendapatan sebesar US$4,2 triliun.

Bain mengidentifikasi empat pilar inovasi baru yang bakal menjadi pendorong utama pendapatan tersebut: integrasi iklan pada penyedia model pengganti mesin pencari, integrasi sistem otonom (autonomous system) pada transportasi dan industri, AI fisik (physical AI) seperti robotika dan digital twins di sektor manufaktur, serta aplikasi terobosan di bidang penemuan obat (drug discovery) dan energi.

Chairman Global Technology Practice Bain & Company, David Crawford, menekankan bahwa gelombang inovasi AI harus mampu melampaui dampak yang pernah dihasilkan oleh teknologi seluler dan komputasi awan (cloud).

“Perdebatan hari ini terlalu berfokus pada produktivitas karyawan. Ekonomi infrastruktur AI membutuhkan triliunan dolar dalam bentuk pendapatan baru di luar keuntungan produktivitas. Infrastruktur AI dibangun jauh melampaui kurva permintaan saat ini, dan untuk membiayainya secara berkelanjutan diperlukan tambahan sekitar 1% pada tingkat pertumbuhan PDB global tahunan,” ujar David dalam laporan resminya, Selasa (29/9/2026).

Pergeseran Pasar Perangkat Keras dan Sektor Semikonduktor

Lonjakan permintaan komputasi AI memicu kebangkitan kembali industri perangkat keras (hardware). Saham sektor hardware dan semikonduktor mencatatkan laju pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 24% dari 2020 hingga 2026, jauh melampaui sektor software yang hanya tumbuh 6%.

Kebutuhan akan memori berkapasitas tinggi (High-Bandwidth Memory/HBM) dan kustomisasi cip (custom silicon) seperti Application-Specific Integrated Circuits (ASIC) mengalami ekspansi pesat. Fokus para produsen pada kapasitas HBM berisiko memicu kelangkaan pada memori standar (DRAM dan NAND), yang berpotensi menaikkan harga smartphone dan PC di pasar global.

Global Head of Technology Practice Bain, Anne Hoecker, menyebutkan bahwa dinamika rantai pasok kini menjadi kunci keunggulan kompetitif.

“Model lama di mana satu vendor berinovasi dan menjual ke semua pihak mulai berubah. Gelombang vertikalisasi dan desain semi-kustom kini semakin mendominasi industri teknologi,” jelas Anne.

Risiko Keamanan Siber dan Efisiensi Pengembangan Perangkat Lunak

Di sisi keamanan siber, penggunaan AI telah memangkas durasi serangan siber dari rata-rata empat minggu menjadi hanya 18 jam. Proliferasi AI agents menambah kompleksitas celah keamanan, mendorong pimpinan keamanan informasi (CISO) mengalokasikan hingga 20%–25% sumber daya manusia keamanan siber untuk menangani kerentanan hasil scan berbasis AI.

Di sektor rekayasa perangkat lunak (software engineering), survei Bain terhadap 293 pemimpin teknologi menunjukkan ekspektasi peningkatan produktivitas pengembang hingga 95% dan kecepatan rilis sebesar 148% dalam satu hingga dua tahun ke depan. Meski demikian, efisiensi pembuatan kode harus diimbangi dengan perancangan ulang seluruh siklus hidup pengembangan perangkat lunak (Software Development Lifecycle/SDLC) agar tidak menimbulkan bottleneck pada tahap peninjauan dan tata kelola. (*AMBS)

 

Tags: AIBain & Companyekonomi globalhardwarekeamanan sibersemikonduktorsoftwareteknologi
Previous Post

Smartphone Mulai Mengejar Karakter Kamera Profesional

Next Post

Tiga Founder Jago Coffee Terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur Indonesia

Related Posts

Smartphone Mulai Mengejar Karakter Kamera Profesional
Technology

Smartphone Mulai Mengejar Karakter Kamera Profesional

29 September 2026
0
ADVAN bolttech ADP Protection
Digital Business

ADVAN Gandeng Insurtech bolttech Indonesia Luncurkan ADP Protection untuk Laptop AIR NEO

29 September 2026
0
pendapatan insurtech Igloo
Digital Business

Pendapatan Igloo Melonjak 46% Jadi US$63 Juta, Pangkas Rugi Bersih Hingga 60%

29 September 2026
0
Load More
Next Post
Founder Jago Coffee

Tiga Founder Jago Coffee Terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur Indonesia

Discussion about this post

Recent Updates

Founder Jago Coffee

Tiga Founder Jago Coffee Terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur Indonesia

29 September 2026
Bain Company infrastruktur AI

Bain & Company: Butuh Pendapatan US$6 Triliun pada 2031 untuk Biayai Infrastruktur AI Global

29 September 2026
Smartphone Mulai Mengejar Karakter Kamera Profesional

Smartphone Mulai Mengejar Karakter Kamera Profesional

29 September 2026
Green Chemistry Jadi Peluang Baru Startup Indonesia Masuk Industri

Green Chemistry Jadi Peluang Baru Startup Indonesia Masuk Industri

29 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Founder Jago Coffee

Tiga Founder Jago Coffee Terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur Indonesia

29 September 2026
Bain Company infrastruktur AI

Bain & Company: Butuh Pendapatan US$6 Triliun pada 2031 untuk Biayai Infrastruktur AI Global

29 September 2026
Smartphone Mulai Mengejar Karakter Kamera Profesional

Smartphone Mulai Mengejar Karakter Kamera Profesional

29 September 2026
Green Chemistry Jadi Peluang Baru Startup Indonesia Masuk Industri

Green Chemistry Jadi Peluang Baru Startup Indonesia Masuk Industri

29 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version