youngster.id - Beban utang masyarakat Indonesia kian mengkhawatirkan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2026 mencatat jumlah pinjaman menunggak telah menembus angka Rp100,69 triliun. Fenomena “gali lubang tutup lubang” di berbagai platform pinjaman online (pinjol) dan paylater kini menjadi ancaman serius bagi produktivitas dan kesehatan mental karyawan.
Menjawab tantangan tersebut, FLIN, perusahaan konsultan keuangan yang beroperasi sejak awal 2025, memperkenalkan Program Dana Talangan. Solusi ini membantu individu menggabungkan seluruh tunggakan kartu kredit, paylater (BNPL), pinjol, hingga KTA menjadi satu cicilan tunggal yang lebih ringan dan terkelola.
Dengan menghubungkan klien ke mitra keuangan berlisensi OJK, FLIN mampu membantu nasabah mendapatkan tenor fleksibel dan bunga lebih rendah. Program ini diklaim dapat mengurangi beban cicilan bulanan hingga 70% dari total kewajiban sebelumnya. Keamanan data pengguna juga terjamin melalui sertifikasi ISO 27001 dan pendaftaran resmi di KOMDIGI.
“Kami melihat semakin banyak karyawan yang total cicilan bulanannya sudah melebihi 70–80% dari penghasilan mereka. Melalui edukasi keuangan dan Program Dana Talangan, kami membantu mereka menggabungkan utang-utang tersebut menjadi satu rencana pembayaran yang lebih terkelola,” ujar Aniruddha Newaskar, Credit & Risk Manager FLIN, dikutip
Hingga saat ini, FLIN yang didukung investor dari Amerika Serikat dan India telah menyalurkan lebih dari 800 dana talangan dan memberikan lebih dari 20.000 sesi konsultasi utang. Pendekatan berbasis empati ini bertujuan tidak hanya menyelesaikan tunggakan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi keuangan yang sehat bagi nasabah.
Ke depan, FLIN berencana memperluas jangkauan layanan ke seluruh wilayah Indonesia dan merambah pasar Asia Tenggara. Melalui kemitraan strategis dan konten edukatif, FLIN berkomitmen mendorong transformasi sosial-ekonomi dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara jangka panjang.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post