youngster.id - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 menargetkan nilai transaksi mencapai Rp40 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 10% dibandingkan realisasi Harbolnas 2025 yang mencapai Rp36,4 triliun. Target tersebut dipasang seiring dengan semakin luasnya ekosistem perdagangan digital yang akan terlibat dalam Harbolnas tahun ini.
Ajang belanja ini kini tidak hanya berlangsung di marketplace. Pemerintah akan mengajak online travel agent (OTA), ride-hailing, social commerce, hingga berbagai platform perdagangan dan layanan digital lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kenaikan transaksi Harbolnas diharapkan ikut mendorong aktivitas ekonomi pada kuartal IV 2026.
“Tahun ini (transaksi) ditargetkan naik minimal 10%, jadi Rp40 triliun,” kata Airlangga dalam pembukaan rangkaian Kick Off Road to Harbolnas 2026 dikutip Sabtu (29/8/2026).
Harbolnas 2026 rencananya digelar pada 10-16 Desember 2026. Target Rp40 triliun melanjutkan tren pertumbuhan transaksi belanja online dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, transaksi Harbolnas mencapai Rp36,4 triliun, tumbuh 17% dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp31,2 triliun.
Airlangga mengatakan peningkatan transaksi tersebut penting untuk mendorong perekonomian pada kuartal IV 2026. Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam nota keuangan yang menargetkan pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun menuju 6%.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah memperluas cakupan peserta Harbolnas 2026. Jika sebelumnya peserta lebih banyak berasal dari platform marketplace, tahun ini partisipasi diperluas ke berbagai layanan dalam ekosistem perdagangan digital.
Sementara, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan Harbolnas merupakan program kolaborasi pemerintah dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) yang menjadi bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan stimulus terhadap daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
“Jika tahun sebelumnya peserta Harbolnas lebih banyak berasal dari platform loka pasar (marketplace), tahun ini Harbolnas akan melibatkan lebih banyak platform pada ekosistem perdagangan digital,” katanya.
Perluasan tersebut mencakup online travel agent, ride-hailing, social commerce, serta berbagai platform perdagangan dan layanan digital lainnya.
Dengan demikian, transaksi Harbolnas tidak lagi hanya berfokus pada pembelian barang melalui marketplace. Konsumen juga dapat menemukan promosi untuk berbagai produk dan layanan, termasuk akomodasi dan tiket transportasi.
Menurut Budi, perluasan ini sejalan dengan perkembangan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perluasan cakupan Harbolnas juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.
Di samping mengejar kenaikan total transaksi, pemerintah juga mendorong semakin banyak produk lokal yang masuk dalam transaksi Harbolnas.
Budi mengatakan transaksi produk lokal pada Harbolnas 2025 mencapai Rp16,6 triliun atau sekitar 45% dari total nilai transaksi.
Tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati konsumen adalah fashion dan pakaian olahraga, produk perawatan, serta makanan dan minuman.
Besarnya kontribusi produk lokal tersebut menjadi salah satu peluang untuk mendorong pelaku usaha dalam negeri memanfaatkan momentum Harbolnas sebagai kanal penjualan sekaligus memperluas pasar.
Perluasan platform dan peningkatan transaksi Harbolnas diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan bagi konsumen dan pelaku usaha, tetapi juga menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun.
Pemerintah mendorong keterlibatan lebih banyak kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, komunitas, platform digital, serta berbagai pemangku kepentingan.
Di sisi lain, perubahan cakupan Harbolnas menunjukkan bahwa aktivitas belanja digital masyarakat kini semakin luas. Transaksi tidak hanya berlangsung di marketplace, tetapi juga merambah layanan transportasi, perjalanan, social commerce, hingga berbagai layanan digital lainnya.
Dengan ekosistem yang lebih luas dan target transaksi Rp40 triliun, Harbolnas 2026 diharapkan menjadi salah satu momentum untuk meningkatkan konsumsi sekaligus menjaga aktivitas ekonomi pada kuartal IV.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post