Sabtu, 24 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Digital Business

Indonesia Jadi Pasar Kripto yang Underrated, Adopsinya Tembus 22,9 Juta Akun

9 September 2026
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
Indonesia Jadi Pasar Kripto yang Underrated, Adopsinya Tembus 22,9 Juta Akun

CEO Tokocrypto Calvin Kizana. (Foto: istimewa/tokocrypto)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Di tengah perhatian pasar yang masih banyak tertuju pada pergerakan harga Bitcoin dan sentimen makroekonomi, perkembangan industri kripto di Indonesia justru berbeda. Data Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025 menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh dari 151 negara untuk tingkat adopsi kripto grassroots. Posisi tersebut bahkan menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara yang selama ini lebih dikenal sebagai pusat industri kripto regional.

Di dalam negeri, jumlah pengguna aset digital juga terus menunjukkan skala yang besar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital mencapai 22,93 juta pada Juli 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp20,52 triliun.

CEO Tokocrypto Calvin Kizana menilai besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pasar kripto yang selama ini belum sepenuhnya mendapatkan perhatian di tingkat global.

“Dari perspektif saya, Indonesia masih menjadi salah satu pasar yang underrated, potensinya paling dipandang sebelah mata,” ujar Calvin, dikutip Rabu (9/9/2026).

Dalam panel diskusi bertajuk “Go-to-Market Strategy in Asia’s Crypto Market” pada Coinfest Asia 2026 Calvin mengungkapkan, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa adopsi kripto di Indonesia bukan lagi berada pada tahap eksperimen. Masyarakat telah menggunakan aset digital, sementara tantangan berikutnya adalah bagaimana memperdalam ekosistem dan meningkatkan manfaatnya dalam aktivitas keuangan.

“Kripto di Indonesia bukan lagi sebuah eksperimen. Kita tidak sedang memulai adopsi, tapi adopsi itu sudah terjadi,” tegas Calvin.

Menurutnya, Indonesia kerap luput dari perhatian pelaku industri global karena masih ada anggapan bahwa pasar Asia Tenggara dapat didekati dengan strategi yang sama. Padahal, setiap negara memiliki karakteristik berbeda, mulai dari regulasi, perilaku pembayaran, budaya, hingga ekspektasi konsumen.

“Indonesia sangat berbeda dari Singapura, Vietnam, Thailand, bahkan India. Regulasinya berbeda, perilaku pengguna dan pembayarannya berbeda, budayanya berbeda, ekspektasi konsumennya pun berbeda,” ujarnya.

Karena itu, Calvin melihat perkembangan pasar kripto Indonesia tidak lagi cukup diukur dari pertumbuhan jumlah pengguna. Menurutnya, tahap berikutnya adalah memperkuat ekosistem melalui partisipasi institusional, integrasi dengan sistem keuangan, serta pengembangan utilitas aset kripto.

“Peluangnya sekarang adalah bergerak dari sekadar adopsi ritel menuju utilitas keuangan yang teregulasi, partisipasi institusional, dan tokenisasi,” kata Calvin.

Perubahan tersebut juga membuat strategi masuk ke pasar Indonesia perlu disesuaikan dengan karakteristik lokal. Calvin menilai perusahaan kripto dengan modal besar tidak serta-merta dapat memenangkan pasar hanya dengan mengandalkan anggaran pemasaran atau strategi influencer secara agresif.

Menurutnya, strategi tersebut memang dapat membantu membangun awareness dan mendorong pertumbuhan pengguna dalam jangka pendek. Namun, pendekatan tersebut belum tentu menghasilkan kepercayaan yang dibutuhkan untuk membangun bisnis dalam jangka panjang.

“Uang bisa membeli awareness, bisa membeli download, bahkan bisa membeli volume sementara. Tapi uang tidak bisa membeli kepercayaan karena kepercayaan tidak bisa dipotong jalan pintas,” ujarnya.

Bagi Calvin, kepercayaan menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan industri kripto. Karena itu, tata kelola dan keamanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun ekosistem aset digital.

Dengan semakin besarnya basis pengguna dan berkembangnya regulasi aset digital, pasar kripto Indonesia kini memasuki tahap yang berbeda. Tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana menarik pengguna baru, tetapi bagaimana membangun ekosistem yang mampu memberikan utilitas, keamanan, dan kepercayaan dalam jangka panjang.

Bagi pelaku industri yang ingin masuk ke Indonesia, memahami karakter pasar lokal menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Calvin pun mengingatkan agar pelaku industri tidak sekadar menyalin strategi dari negara lain.

“Jangan pernah menyalin mentah-mentah strategi yang berhasil di negara asal Anda,” tutup Calvin.

 

STEVY WIDIA

Tags: aset kriptobitcoinCalvin KizanaChainalysisinvestasi digitalkriptoOJKPasar Kripto IndonesiaTokocrypto
Previous Post

Visa Luncurkan Layanan Kredit Onchain, Buka Akses Modal Kerja Bagi Fintech dan Program Kartu Stablecoin

Next Post

Akulaku Berencana IPO di Hong Kong, Targetkan Dana Hingga US$500 Juta

Related Posts

FLOQ Telkomsel kerja sama aset digital
Digital Business

Jajaki Integrasi Aset Digital, FLOQ dan Telkomsel Sepakati Kerja Sama Strategis

24 Oktober 2026
0
Kemkomdigi AGI dorong gim lokal pasar global
Industry

Melalui IGDX, Kemkomdigi dan AGI Dorong Gim Lokal Tembus Pasar Global

24 Oktober 2026
0
Kredivo kredit usaha perempuan
Digital Business

Kredivo Catat 48% Penerima Kredit Usahanya Adalah Perempuan

23 Oktober 2026
0
Load More
Next Post
Akulaku, IPO, Hong Kong Stock Exchange, Fintech, Bank Neo Commerce, Ant Group, MUFG, Pembiayaan Konsumen, Perbankan Digital, Investasi, Aksi Korporasi

Akulaku Berencana IPO di Hong Kong, Targetkan Dana Hingga US$500 Juta

Penahanan Dana Merchant Tokopedia TikTok Shop

Tokopedia dan TikTok Shop Angkat Bicara Soal Penahanan Dana Merchant Rp24 Miliar

Infrastruktur AI Indonesia Zankore

Zankore Peroleh Pinjaman US$3,1 Miliar, Siap Bangun Infrastruktur AI Nvidia 100 MW di Indonesia

Discussion about this post

Recent Updates

Mulai.com finalis MAS Global FinTech Hackcelerator 2026

Platform Anti-Fraud Mulai.com Tembus Finalis MAS Global FinTech Hackcelerator 2026

24 Oktober 2026
Persaingan Startup TravelTech

Peta Persaingan Startup TravelTech di Indonesia: Siapa Menguasai Kue Bisnis? Bagian 2

24 Oktober 2026
FLOQ Telkomsel kerja sama aset digital

Jajaki Integrasi Aset Digital, FLOQ dan Telkomsel Sepakati Kerja Sama Strategis

24 Oktober 2026
Kemkomdigi AGI dorong gim lokal pasar global

Melalui IGDX, Kemkomdigi dan AGI Dorong Gim Lokal Tembus Pasar Global

24 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Mulai.com finalis MAS Global FinTech Hackcelerator 2026

Platform Anti-Fraud Mulai.com Tembus Finalis MAS Global FinTech Hackcelerator 2026

24 Oktober 2026
Persaingan Startup TravelTech

Peta Persaingan Startup TravelTech di Indonesia: Siapa Menguasai Kue Bisnis? Bagian 2

24 Oktober 2026
FLOQ Telkomsel kerja sama aset digital

Jajaki Integrasi Aset Digital, FLOQ dan Telkomsel Sepakati Kerja Sama Strategis

24 Oktober 2026
Kemkomdigi AGI dorong gim lokal pasar global

Melalui IGDX, Kemkomdigi dan AGI Dorong Gim Lokal Tembus Pasar Global

24 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version