youngster.id - DXtrade, platform multi-asset trading unggulan besutan pengembang perangkat lunak pasar modal global Devexperts, resmi mengantongi izin regulasi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Persetujuan ini menjadikan DXtrade sebagai satu dari hanya dua platform perdagangan yang diizinkan dan berhak dilisensikan oleh pialang berjangka komoditas serta derivatif di Indonesia.
Keputusan tersebut diperoleh DXtrade pada Agustus 2026 setelah melewati proses peninjauan secara menyeluruh dan komprehensif oleh Bappebti. Sebagai regulator pemerintah di bawah Kementerian Perdagangan, Bappebti bertanggung jawab mengawasi pasar berjangka komoditi dan derivatif, termasuk perizinan serta pengawasan para pelaku pasar.
Managing Director Asia Pacific Devexperts, Charmaine Athaide, menyambut positif lisensi ini sebagai penanda penting dalam ekspansi perusahaan di pasar Indonesia.
“Persetujuan DXtrade oleh Bappebti memiliki arti yang sangat penting, memungkinkan kami untuk menghadirkan platform unggulan beserta berbagai keunggulannya bagi para pialang berjangka komoditas dan derivatif di seluruh Indonesia. Kami melihat potensi yang sangat besar di pasar Indonesia,” ujar Charmaine, Selasa (22/9/2026).
Bidik Lisensi OJK dan Pasar Aset Digital
Langkah ini juga diproyeksikan akan mempermudah DXtrade dalam mendapatkan persetujuan dari otoritas pengawas keuangan lainnya di Indonesia, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK sendiri bertugas mengawasi sektor jasa keuangan secara luas, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga aset keuangan digital dan kripto.
Charmaine menegaskan bahwa pihaknya berencana mengajukan persetujuan ke OJK dalam beberapa bulan mendatang untuk memperluas cakupan layanan.
“Persetujuan dari Bappebti menempatkan kami pada posisi yang kuat untuk mendapatkan izin regulasi lebih lanjut dari badan pengawas lain di Indonesia, termasuk OJK. Kami berencana mengajukan persetujuan ke OJK dalam beberapa bulan mendatang agar dapat melayani pasar aset digital Indonesia yang signifikan,” lanjutnya. (*AMBS)
















Discussion about this post