Sabtu, 29 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Digital Business

Serangan Ransomware ke UMKM Indonesia Naik 42% pada Awal 2026

14 Juli 2026
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
Coursera

Pelaku UMKM beralih ke digitalisasi. (Foto: ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Serangan ransomware terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia terus meningkat. Laporan terbaru Kaspersky menunjukkan proporsi UMKM di Indonesia yang menjadi sasaran ransomware naik dari 2,83% pada kuartal I 2025 menjadi 4,01% pada kuartal I 2026 atau meningkat sekitar 42%.

Kenaikan tersebut juga sejalan dengan tren di kawasan Asia Tenggara. Secara regional, Kaspersky menyebut persentase UMKM yang menjadi target ransomware meningkat dari 2,92% menjadi 3,51% pada periode yang sama.

Managing Director Kaspersky Asia Pasifik, Adrian Hia, menambahkan bahwa UMKM menjadi target yang menarik karena umumnya memiliki sumber daya keamanan siber yang lebih terbatas dibanding perusahaan besar.

Selain itu, pelaku kejahatan siber juga memanfaatkan UMKM sebagai pintu masuk untuk menyerang rantai pasok perusahaan yang lebih besar melalui hubungan bisnis yang telah terjalin.

“Teknik serangan ransomware semakin canggih dan sering menyasar perusahaan yang tidak memiliki tim keamanan siber khusus atau program pembaruan sistem yang memadai. Karena itu, sangat penting bagi UMKM untuk berinvestasi dalam keamanan siber secara berkelanjutan,” kata Adrian dikutip Selasa (14/7/2026).

Selain Indonesia, India mencatat lonjakan terbesar dengan kenaikan dari 3,18% menjadi 4,07%. Sementara Singapura dan Malaysia juga mengalami peningkatan moderat, masing-masing dari 0,57% menjadi 0,69% serta 2,09% menjadi 2,74%.

Menurut Kaspersky, angka tersebut kemungkinan belum mencerminkan kondisi sebenarnya. Pasalnya, statistik hanya menghitung tahap akhir serangan ketika ransomware mulai mengenkripsi data korban. Tahapan lain seperti akses awal ke sistem, pengintaian, hingga pergerakan di dalam jaringan belum masuk dalam perhitungan.

Artinya, jumlah upaya serangan yang berhasil dihentikan sebelum proses enkripsi kemungkinan jauh lebih besar.

Laporan malware Kaspersky kuartal I 2026 juga mengungkap kelompok ransomware paling aktif saat ini. Clop menjadi kelompok yang paling banyak mengklaim korban dengan menyumbang 14,42% dari seluruh korban yang dipublikasikan di Dedicated Leak Site (DLS). Posisi berikutnya ditempati Qilin dengan 12,34%.

Sementara itu, perhatian juga tertuju pada kemunculan kelompok baru bernama The Gentlemen yang berkembang pesat sejak pertengahan 2025. Berdasarkan riset Kaspersky, kelompok ini menggunakan teknik yang lebih canggih, termasuk memanfaatkan perangkat khusus untuk mengumpulkan informasi dari sistem korban secara diam-diam sebelum meluncurkan ransomware.

Kelompok tersebut juga diduga bekerja sama dengan Initial Access Brokers (IAB), yakni pihak yang menjual akses awal ke jaringan perusahaan kepada pelaku serangan siber.

Pakar keamanan Kaspersky, Fedor Sinitsyn, mengatakan pelaku ransomware kini tidak hanya mengenkripsi data korban, tetapi juga mencuri informasi penting sebelum meminta tebusan.

“Sebagian besar pelaku ransomware modern menggunakan pendekatan pemerasan ganda. Mereka tidak hanya mengenkripsi file korban, tetapi juga mengekstrak data rahasia dan mengancam membocorkannya jika tebusan tidak dibayar,” ujar Fedor.

Karena itu, menurutnya, mengandalkan sistem pencadangan (backup) saja tidak lagi cukup untuk melindungi bisnis dari ancaman ransomware.

Sebagai langkah mitigasi, Kaspersky menyarankan UMKM rutin memperbarui perangkat lunak, menyimpan cadangan data secara offline, memantau lalu lintas jaringan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, menggunakan solusi keamanan yang mampu mendeteksi ancaman tingkat lanjut, serta menyiapkan rencana respons insiden apabila terjadi serangan.

 

STEVY WIDIA

Tags: cyber securitykasperskykeamanan sibermalwareransomwareserangan siberUMKM
Previous Post

Tembus Pasar Amerika Serikat, Minyak Atsiri Restoratif BUMDes Pulu Sulteng Jadi Sorotan

Next Post

Garap Sektor Konsumer, MCI Debut Strategi ‘Mini Private Equity’ Lewat Pendanaan DORÉ by LeTAO

Related Posts

RedDoorz Indonesia
Industry

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, RedDoorz Latih 40 Ribu Staf Hotel dan Gaet 110 Ribu Reseller

28 Agustus 2026
0
Aliansi NTT DATA Palo Alto Networks
Technology

NTT DATA dan Palo Alto Networks Jalin Aliansi Strategis Dorong Keamanan Siber Berbasis AI

26 Agustus 2026
0
Pembiayaan Pindar UMKM
Digital Business

Pembiayaan Pindar ke UMKM Tembus Rp35,12 Triliun per Juni 2026

24 Agustus 2026
0
Load More
Next Post
Pendanaan DORÉ by LeTAO

Garap Sektor Konsumer, MCI Debut Strategi 'Mini Private Equity' Lewat Pendanaan DORÉ by LeTAO

Danamon Prasmul EduWealth

Jawab Tantangan Kenaikan Biaya Kuliah, Kolaborasi Lintas Sektor Luncurkan 'Danamon Prasmul EduWealth'

Agentic AI Privy

Antisipasi Peran 'Agentic AI', Privy Siapkan Infrastruktur Kepercayaan Digital Berbasis Kriptografi

Discussion about this post

Recent Updates

FLOQ ASTER Web3 Indonesia

FLOQ dan ASTER Jalin Kolaborasi Strategis Perluas Akses Web3 di Indonesia

29 Agustus 2026
Nvidia akuisisi Hugging Face

Nvidia Dikabarkan Akuisisi Hugging Face Senilai Rp211 Triliun untuk Perkuat Ekosistem AI

29 Agustus 2026
kreator ekonomi Indonesia

IM3 Hadirkan Airena Kreatif, Dorong Kreator Muda Raih Peluang Bisnis

29 Agustus 2026
Real Madrid Foundation - YKK

Minat Sepak Bola Remaja Tinggi, YKK Gandeng Real Madrid Foundation Gelar Klinik Bola di Indonesia

29 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
FLOQ ASTER Web3 Indonesia

FLOQ dan ASTER Jalin Kolaborasi Strategis Perluas Akses Web3 di Indonesia

29 Agustus 2026
Nvidia akuisisi Hugging Face

Nvidia Dikabarkan Akuisisi Hugging Face Senilai Rp211 Triliun untuk Perkuat Ekosistem AI

29 Agustus 2026
kreator ekonomi Indonesia

IM3 Hadirkan Airena Kreatif, Dorong Kreator Muda Raih Peluang Bisnis

29 Agustus 2026
Real Madrid Foundation - YKK

Minat Sepak Bola Remaja Tinggi, YKK Gandeng Real Madrid Foundation Gelar Klinik Bola di Indonesia

29 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version