youngster.id - NTT DATA bersama Palo Alto Networks menjalin aliansi strategis multi-tahun untuk membantu organisasi global mengadopsi kecerdasan buatan (AI) secara aman, memodernisasi infrastruktur keamanan siber, dan memperkuat ketahanan digital di era AI.
Aliansi yang menjadi bentuk integrasi pertama Palo Alto Networks dengan integrator sistem global ini menargetkan potensi bisnis bersama senilai US$1 miliar (sekitar Rp15 triliun) pada akhir periode tiga tahun atau hingga 2029. Kerja sama ini memadukan platform keamanan siber berbasis AI milik Palo Alto Networks dengan layanan konsultasi, rekayasa, dan managed services dari NTT DATA.
Chairman dan CEO Palo Alto Networks, Nikesh Arora, menegaskan pentingnya kolaborasi mendalam di tengah dinamika perkembangan teknologi saat ini.
“AI sedang membentuk kembali bisnis dan keamanan siber. Dengan memperluas aliansi bersama NTT DATA, kami dapat mengoperasionalkan platformisasi dalam skala global yang sesungguhnya, membantu perusahaan menghilangkan kompleksitas sistem lama tanpa mengorbankan keamanan,” ujar Nikesh, dikutip Rabu (26/8/2026).
Fokus Layanan dan Transformasi
Didukung oleh lebih dari 2.000 tenaga ahli bersertifikasi serta integrasi tim Unit 42® Palo Alto Networks, aliansi ini menghadirkan enam fokus area transformasi strategis untuk memperkuat ketahanan siber organisasi. Pertama, pengembangan Autonomous SOC memodernisasi operasi keamanan berbasis Agentic AI untuk mempercepat respons terhadap ancaman yang bergerak cepat secara otomatis. Kedua, Tata Kelola AI diterapkan guna mengelola risiko serta memastikan transparansi di seluruh siklus hidup pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Ketiga, pilar Keamanan Identitas memberikan perlindungan menyeluruh bagi identitas manusia, mesin, hingga agen AI menggunakan Identity Security Framework. Keempat, implementasi Zero Trust & SASE hadir untuk mengamankan seluruh permukaan serangan di lingkungan infrastruktur jaringan yang semakin kompleks.
Kelima, untuk menciptakan lingkungan Cloud yang Tangguh, aliansi ini mengintegrasikan manajemen postur keamanan otonom di seluruh ekosistem multi-cloud. Terakhir, dilakukan Modernisasi Firewall guna menyederhanakan arsitektur jaringan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional sistem keamanan perusahaan.
CEO dan Chief AI Officer NTT DATA, Inc., Abhijit Dubey, menyampaikan bahwa aliansi ini diposisikan untuk menjawab lonjakan lanskap ancaman siber berbasis teknologi baru di berbagai sektor vital seperti keuangan, kesehatan, manufaktur, dan publik.
“Organisasi membutuhkan pendekatan baru terhadap ketahanan siber yang menggabungkan keamanan berbasis AI, keahlian industri yang mendalam, dan skala global. Bersama Palo Alto Networks, kami menyatukan inovasi keamanan berbasis AI dengan kapabilitas konsultasi dan managed services NTT DATA untuk membantu klien mempercepat adopsi AI secara aman,” tutur Abhijit. (*AMBS)


















Discussion about this post