Digital Construction Hack, Kompetisi Program Konstruksi Digital

Pekerja konstruksi. (Foto: Ilustrasi/Youngsters.id)

youngster.id - PT PP (Persero) Tbk menggelar acara kompetisi Digital Construction Hack (DCH) 2019. DCH 2019 sendiri merupakan ajang kompetisi pemrograman konstruksi digital untuk mendorong para developer berbakat untuk berkarya dan membantu PTPP dalam menjawab tantangan-tantangan di era Digital dengan solusi inovatif berbasis teknologi.

M. Aprindy selaku Direktur Strategi Korporasi & HCM mengatakan, DCH 2019 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan acara DCD 2019 yang bertemakan Smart Construction in Digital Era. Setelah sukses diselenggarakan pada tahun 2017 lalu, DCD 2019 akan diadakan kembali pada bulan November ini yang bertujuan untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh kepada para pelaku industri konstruksi akan pentingnya digitalisasi dan smart construction di era Industri 4.0 dalam rangka mendukung proses bisnis korporasi.

“Rangkaian kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen PTPP dalam rangka turut berkontribusi dan berperan aktif dalam pengembangan Konstruksi Digital di Indonesia,” ujar M. Aprindy dalam keterangannya Selasa (19/11/2019) di Jakarta.

Pada proses registrasi yang berlangsung sejak tanggal 26 September-31 Oktober 2019, PTPP telah menjaring peserta sebanyak 412 orang yang dibagi menjadi 166 grup. Antusiasme para pendaftar sangat tinggi, hal tersebut terlihat dari berbagai macam kalangan yang mendaftar dalam acara DCH 2019 tersebut mulai dari Pelajar sebesar 36,75% (61 grup), Profesional sebesar 33,73% (56 grup), Developer sebesar 18,67% (31 grup), Analyst sebesar 3,61% (6 grup), Tanpa Profesi sebesar 3,61% (6 grup), Lecturer sebesar 2,41% (4 grup) dan Konsultan sebesar 1,20% (2 grup).

Baca juga :   Lazada Lampaui Target Transaksi Harbolnas 2017

Setelah melalui proses screening yang dilakukan mulai tanggal 1-8 November 2019, panitia berhasil menscreening peserta sebanyak 50 grup dengan total 138 orang, yang berhak untuk mengikuti kompetisi Hackaton pada tanggal 16-17 November 2019 di Kantor Pusat PTPP Jakarta.

Di ajang kompetisi DCH 2019 ini, para peserta terpilih akan diberikan materi tentang product design, product development, dan UI/UX design oleh mentor-mentor yang berpengalaman. Adapun mentor-mentor yang ikut serta dalam acara tersebut, antara lain: Prasetyo Andy Wicaksono selaku Product Manager Bukalapak, Giri Kuncoro selaku Senior Software Engineer GoPay, Dendi Sunardi selaku Engineering Manager Tokopedia, Vina Zerlina selaku Head of Product Design Sorabel dan Kelvino Widagdo selaku Lead Product Designer OVO.

Setelah itu, para peserta ditantang untuk menciptakan solusi kreatif dan inovatif yang memanfaatkan teknologi digital terkini untuk menyelesaikan berbagai isu dan tantangan yang dihadapi di dalam dunia konstruksi. Isu dan tantangan ini, antara lain mencakup Less to Zero Accident (menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dengan menghindari cedera serius dan mencapai Zero Fatalities), Total Quality Control (menciptakan sistem IT guna tercapainya No Defect dan product yang berkualitas dalam setiap proses kerja dengan implementasi IT dan teknologi digital lainnya), Equipment & Material Management (utilitas tools & material dalam konstruksi.

Baca juga :   Batanghari Festival 2016 Digelar

Termasuk diantaranya monitoring material losses, efisiensi alatdan pengelolaan bekisting/framework), Enterprises Services (penggunaan teknologi terbaru dalam operasional bisnis perusahaan agar tetap kompetitif, mengurangi biaya overhead, meningkatkan kinerja dan sinergi antar lini bisnis, menyuguhkan informasi kepada pelanggan, manajemen untuk mendapatkan gambaran singkat kondisi perusahaan), Forward Looking (pemanfaatan teknologi terkini seperti Artificial Intellegence, Big Data, IoT ecosystem, dll guna menunjang proses konstruksi) dan Bring Your Own Challenge (ide special untuk dunia konstruksi).

Lima grup terbaik akan diundang dan diumumkan dalam acara puncak, Digital Construction Day (DCD) 2019 yang akan diselenggarakan pada tanggal 26-27 November 2019 di Hotel Mulia Senayan Jakarta.

STEVY WIDIA