Fintech Bukanlah Ancaman Perbankan

Mandiri Capital Indonesia (MCI) siapakan pendanaan untuk startup. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Kehadiran industri financial technology (fintech) yang terus bermunculan, belakangan dianggap mengancam eksistensi perbankan. Sesungguhnya fintech justru dinilai dapat dijadikan sebagai mitra.

Hal itu disampaikan Hira Laksamana, Direktur PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) Corporate Venture Capital (CVC) yang beroperasi di bawah naungan Mandiri Group. Menurut dia, kehadiran fintech justru mampu membuat industri perbankan menjadi lebih kreatif.

“Jadi selama ini kan bank Mandiri melayani produk-produk yang sifatnya konvensional, tabungan, giro, deposito, dan pelayanannya juga masih yang sifatnya konvensional. Kita harapkan dengan kerja sama fintek ini malah menambah baik produk maupun service-nya bank Mandiri,” kata Hira, Selasa (8/8/2017) di Jakarta.

Di tengah kondisi fintech yang dikhawatirkan dapat merebut pangsa pasar perbankan, Hira mengatakan bahwa Mandiri justru melihat dari sisi positif dari kehadiran fintech.

“Kita jalan lah bersama-sama. Sementara akses perbankan juga masih kecil kan. Sebagai gambaran, di Indonesia 250 juta sampai 300. Sementara bank Mandiri saja yang sudah berpuluh puluh tahun, nasabahnya masih 15 juta. Dengan adanya fintech, nanti variasinya lebih banyak dan penetrasinya kita bisa lebih cepat juga. Karena sekarang orang ke bank malas, transfer uang malas. Sekarang orang bisa menikmati produk perbankan ini dengan fintech,” tambahnya.

Untuk itu, MCI mendukung pertumbuhan fintech di Indonesia melalui investasi atau penyertaan saham, dan berkomitmen untuk menjadikan startup fintech sebagai mitra.

 

STEVY WIDIA